Blusukan di Pasar Tanah Abang, Bos IMF Puji Jokowi dan Sri Mulyani

Menurutnya, ekonomi Indonesia yang ditopang konsumsi, investasi, dan ekspor berjalan sangat baik.
Ameidyo Daud Nasution
26 Februari 2018, 14:21
Jokowi dan Managing Director IMF Christine Lagarde
Katadata / Ameidyo Daud
Presiden Jokowi mengajak Managing Director IMF Christine Lagarde blusukan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (26/2)

Presiden Joko Widodo pada hari ini menerima tamu yakni Managing Director International Monetary Fund Christine Lagarde. Pertemuan awalnya digelar di Istana Merdeka pada pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat. Alih-alih memberikan keterangan usai pertemuan, Jokowi dan Lagarde lantas beranjak menuju dua tempat yakni Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan Pasar Tanah Abang Blok A.

Jokowi dan Lagarde tiba di RSPP pukul 11.20 lalu masuk dan berkeliling. Setelah 25 menit, keduanya keluar dan memberi keterangan kepada awak media sejenak, untuk selanjutnya berangkat kembali menuju pasar Tanah Abang Blok A. Di Pasar Tanah Abang, keduanya berkeliling beberapa lantai selama 30 menit.

Usai berkeliling, Jokowi dan Lagarde lalu kembali ke lobi untuk memberikan keterangan kepada awak media. Lagarde pun memberi apresiasi kepada Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani atas capaian kerja di sektor perekonomian Indonesia saat ini.

(Baca: Sri Mulyani, Wanita Berpengaruh ke-9 di Dunia Keuangan)

Advertisement

Hal ini terlihat dari semaraknya Pasar Tanah Abang, kekuatan industri tekstil, hingga jumlah wanita yang bekerja di sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang cukup banyak. Menurutnya, ekonomi Indonesia yang ditopang konsumsi, investasi, dan ekspor berjalan sangat baik. 

Secara khusus Lagarde mengaku terkesan dengan reformasi ekonomi yang saat ini dilakukan pemerintahan Jokowi-JK. Salah satunya dengan perizinan yang semakin mudah bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dia pun menyarankan agar reformasi ini tetap dilanjutkan.

"Saya harap dapat dilanjutkan lagi terutama di sektor infrastruktur, edukasi, dan sosial," kata Lagarde. (Baca: IMF: Ekonomi Dunia Menguat, Terutama Negara Berkembang di Asia)

Lagarde juga menegaskan kedatangannya ke Indonesia kali ini bukan yang terakhir di 2018. Pada Oktober mendatang, dirinya akan kembali ke Indonesia untuk menghadiri pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF di Bali. Soal Gunung Agung, Lagarde juga memastikan hal tersebut tidak akan berdampak terhadap pelaksanaan pertemuan yang akan dihelat nanti.

"Meskipun sedikit berasap (aktif), tapi kami akan tetap jalan," kata dia.

Jokowi menjelaskan tujuan dirinya membawa Lagarde ke Tanah Abang adalah untuk menunjukkan sektor UMKM yang tetap bergeliat di tengah keterbukaan dan digitalisasi ekonomi. Apalagi menurutnya di pasar ini terdapat 19 ribu kios yang aktif berjualan. "Sehingga akan jadi pengalaman lapangan Lagarde dalam mendesain ekonomi," kata Jokowi.

(Baca: Pemerintah Bidik Tiga Target dari Pertemuan IMF-World Bank 2018)

Sedangkan saat di RSPP, Jokowi menunjukkan Lagarde sistem jaminan kesehatan Indonesia yang saat ini berjalan. Untuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) saat ini sudah ada 92,4 juta masyarakat penerima manfaat. Sedangkan 193,1 juta orang saat ini menjadi anggota Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Ini adalah jumlah yang besar dan tidak mudah mengaturnya," kata Jokowi.

Dalam blusukan ini, keduanya ditemani Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Saat di RSPP, hadir pula Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait