Ekspansi Kredit, Bank Mantap Terbitkan Surat Utang Rp 2 Triliun

Obligasi diterbitkan yakni seri A senilai Rp 1,5 triliun dengan bunga 8,5 persen dan tenor 3 tahun. Kemudian Seri B senilai Rp 500 miliar dengan bunga 8,75 persen dan tenor 5 tahun
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
12 Juli 2017, 12:25
saham_obligasi
KATADATA

PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) merilis obligasi perdananya senilai Rp 2 triliun yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan surat utang ini akan digunakan perusahaan untuk melakukan ekspansi kreditnya.

Obligasi Bank Mantap ini telah mendapatkan peringkat AA (idn) dari Fitch Rating, yakni Seri A yang memiliki nilai emisi Rp 1,5 triliun dengan tingkat bunga tetap 8,5 persen per tahun dan jangka waktu 3 tahun. Sedangkan, Seri B memiliki nilai emisi Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,75 persen dan jangka waktu 5 tahun.

Anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Taspen (Persero) ini juga telah menunjuk empat perusahaan sebagai penjamin emisi obligasi tersebut. Keempat perusahaan ini adalah Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan Bahana Sekuritas.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan saat ini pertumbuhan kredit cukup baik. Makanya Bank Mantap akan meningkatkan kredit semakin ekspansif. “Ini tak lepas dari komitmen perseroan dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pensiunan PNS serta TNl/Polri yang bertujuan memperkuat kemandirian nasional dan meningkatkan daya saing," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (12/7).

Tercatat, pertumbuhan kredit pada kuartal II-2017 tumbuh sebesar 174,4 persen pada Juni 2017 menjadi Rp 7,54 triliun dari Rp 2,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini menopang pertumbuhan aset perseroan yang tercatat sebesar Rp 9,79 triliun atau tumbuh 136,39 persen.

Secara lebih spesifik, Bank Mantap telah menyalurkan kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp 5, 6 triliun atau tumbuh 211,5 persen. Kredit ini disalurkan untuk pembiyayaan kredit retail Rp 1,11 triliun dan kredit mikro sebesar Rp 1,19 triliun.

Sementara itu, penyaluran kredit ke seluruh bisnis dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada segmen pensiunan yang mencapai 552,1 persen menjadi Rp 5,22 triIiun pada akhir bulan Juni 2017. Peningkatan penyaluran kredit dan akuisisi nasabah pensiunan dan UMKM, berhasil membuat Bank Mantap membukukan laba menjadi sebesar Rp 67,51 miliar pada akhir bulan Juni 2017 atau meningkat sebesar 178 persen dibandingkan Juni tahun lalu.

“Peningkatan Iaba tersebut juga didorong dari efisiensi operasional yang telah dilakukan sehingga rasio atas pendapatan (CER) dapat ditekan menjadi 65,90 persen di bulan Juni 2017 atau turun sebesar 7,23 persen dari tahun 2016 sebesar 73,12 persen,” ujarnya.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat naik 137,57 persen, dari Rp 3,36 triIiun pada Juni tahun lalu, menjadi Rp 7,98 triIiun pada Juni 2017. Ini didorong peningkatan Deposito sebesar 142,37 persen dari Rp 2,79 triIiun menjadi Rp 6,77 triIiun dan dana murah (giro dan tabungan) yang mencapai Rp 1,21 triIiun tumbuh 113,91 persen dari periode sebelumnya.

Untuk meningkatkan pelayanannya, Bank Mantap terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya. Hingga Juni 2017, Bank Mantap telah memiliki jaringan kantor 146 unit yang rencananya pada akhir 2017 berjumlah 186 unit ditambah dengan layanan 9 mobil kas keliling.

Video Pilihan

Artikel Terkait