BI Rate Turun, Penerbitan Obligasi Korporasi Bisa Naik 25,5 Persen

Penurunan BI Rate membuat yield obligasi berada di kisaran 68 persen 7 persen
Safrezi Fitra
24 Februari 2015, 15:50
saham_obligasi
KATADATA

KATADATA ? Perbaikan inflasi yang disambut penurunan suku bunga (BI Rate) oleh Bank Indonesia (BI) dinilai dapat meningkatkan minat korporasi menerbitkan obligasi tahun ini. Sebab, penurunan BI Rate membuat imbal hasil (yield) obligasi pun ikut menurun.

?Harga (obligasi korporasi) saya kira akan cenderung bagus, karena imbal hasilnya masih menarik,? ujar Analis Fix Income Samuel Sekuritas Herbie Mohede kepada Katadata, Senin (24/2).

Herbie memperkirakan imbal hasil obligasi korporasi tahun ini akan berada di kisaran 6,8 persen ? 7 persen. Besaran yield di bawah 8 persen dinilai cukup menarik bagi perusahaan yang akan menerbitkan obligasi. Sementara tingkat keuntungan (return) perusahaan tahun ini berada pada kisaran 8 persen ? 12 persen.

Menurut dia, sektor perbankan dan multifinance akan menjadi sektor yang paling banyak menerbitkan obligasi tahun ini, kemudian disusul dengan infrastruktur. Ini didasarkan pada upaya pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur. Upaya ini mampu mendorong perusahaan melakukan ekspansi, sehingga membutuhkan dana yang besar.

Advertisement

Senada dengan Herbie, Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (Indonesian Bond Pricing Agency/IBPA) Wahyu Trenggono juga meyakini, swasta akan meramaikan penerbitan obligasi tahun ini. Sektor infrastruktur dinilai menjadi sektor yang paling banyak mengisi pasar obligasi tahun ini.

"Sektornya inline (sejalan) dengan proyek pemerintah. Karena, banyak proyek tentu butuh modal, dan itu bisa didapat dari (penerbitan) obligasi," ujar Wahyu.

Dia juga memperkirakan, return obligasi tahun ini berada pada kisaran 60 basis poin (bps) atau 0,6 persen, seiring dengan menurunnya yield. yang menurun imbas penurunan BI Rate. Pasar obligasi akan meningkat sejalan dengan perbaikan inflasi.

IBPA mencatat sepanjang Januari 2015, nilai penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 4,8 triliun. Perusahaan ini memperkirakan realisasi penerbitan obligasi korporasi (konvensional dan sukuk) tahun ini mencapai Rp 60 triliun, meningkat 25,5 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 47,8 triliun.

"Untuk obligasi korporasi, nilai outstanding pada akhir 2014 tercatat sebesar Rp 47,8 triliun atau menurun sebesar 18,8 persen dibanding tahun sebelumnya," ujar Direktur Utama IBPA Igantius Girendroheru.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait