Kalbe Farma Bakal Jadi Distributor Obat Covid-19 dari India

Saham Kalbe Farma ditutup naik hingga 2,65% menyentuh harga Rp 1.550 per saham pada perdagangan hari ini.
Image title
30 September 2020, 20:17
covid-19, saham, kalbe farma, klbf, obat corona, vaksin corona, obat covid-19, vaksin covid-19, obat, farmasi
KATADATA
Ilustrasi obat

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bakal memasarkan obat Covifor, obat Covid-19 berjenis remdesivir generik di Indonesia. Kepastian ini didapat setelah Kalbe Farma menandatangani kerja sama dengan perusahaan asal India PT Amarox Pharma Global pada 28 September 2020.

"Kami kerja sama pemasaran dan distribusi obat yang digunakan pada penatalaksanaan pasien Covid-19 di Indonesia, yaitu Covifor Remdesivir," kata Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9).

Ia mengatakan, tidak ada dampak dari kejadian tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau keberlangsungan usaha Kalbe Farma.

Keterbukaan ini dipublikasi pada pukul 14.10 WIB. Setelah mengumumkan kerja sama tersebut, saham Kalbe Farma pun ditutup naik hingga 2,65% menyentuh harga Rp 1.550 per saham pada perdagangan hari ini. Saham berkode emiten KLBF tersebut diperdagangkan sebanyak 4.600 kali, sebanyak 30,4 juta unit saham yang bernilai transaksi Rp 47,13 miliar.

Selain mengusahakan distribusi obat, perusahaan juga terus mengembangkan vaksin virus corona dengan menggandeng perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan Genexine Inc. Namun, pada pertengahan Agustus, Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan hanya memproduksi vaksin corona dengan skala kecil.

Kalbe Farma menargetkan pada pertengahan tahun depan vaksin sudah bisa didistribusikan kepada masyarakat. “Bisa mulai kapasitas kecil 2-3 juta sampai 10 juta,” katanya kepada Katadata.co.id, Kamis (13/8).

Terkait harga, Vidjongtius mengatakan hal tersebut masih sangat bervariasi tergantung dari perubahan kapasitas produksi dan nilai investasi. Namun ia berharap masyarakat tak perlu merogoh kocek dalam untuk mendapatkan vaksin. “Kami berharap harganya tidak melewati US$10 per dosis, tapi semua masih bisa berubah,“ katanya.

Kalbe bukan satu-satunya perusahaan farmasi yang tengah mengembangkan vaksin Covid-19. PT Bio Farma (Persero) bersama perusahaan asal Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd telah memulai uji coba tahap tiga vaksin di Bandung pada Selasa (11/8).

Video Pilihan

Artikel Terkait