Fungsi Kerongkongan Pada Pencernaan Manusia yang Harus Diketahui

Kerongkongan merupakan organ yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Fungsi kerongkongan yaitu untuk mempermudah sistem pencernaan makhluk hidup.
Image title
28 Desember 2021, 09:24
Fungsi Kerongkongan Pada Pencernaan Manusia yang Harus Diketahui
pixabay.com
Ilustrasi organ kerongkongan pada manusia

Fungsi kerongkongan sangat penting dalam sistem pencernaan. Esofagus atau kerongkongan adalah saluran yang menghubungkan tenggorokan dan lambung.

Esofagus diketahui memiliki panjang sekitar 20 sampai 21 cm, mulai dari trakea (batang tenggorok) dan memanjang sampai bagian atas lambung. Adanya kerongkongan akan mempermudah kita dalam menelan makanan. Maka dari itu, jika organ ini mengalami gangguan kita akan cenderung sulit untuk menelan makanan.

Bagian-bagian Kerongkongan

Meskipun hanya berupa saluran panjang, ternyata kerongkongan memiliki anatomi khusus yang menunjang fungsinya. Mengutip dari hellosehat.com, berikut ini beberapa anatomi penyusun kerongkongan.

1. Epiglotis

Epiglotis merupakan bagian kerongkongan yang letaknya di awal. Bagian ini menjadi penutup jalur pernapasaan saat kita menelan makanan.

Advertisement

2. Dinding Esofagus

Bagian ini terususn atau lapisan otot yang sama dengan lapisan pada lambung dan usus. Adapun lapisan otot tersebut, seperti berikut:

a. Adventitia

Lapisan ini merupakan bagian terluar yang disusun atas jaringan ikat. Adventitia berakhir di bagian ujung kerongkongan dan berbatasan dengan lambung.

b. Dinding Otot

Pada esofagus terdapat dua macam lapsan otot. Yaitu otot yang memanjang di luar dan otot yang melingkar di bagian dalam.

c. Submukosa

Lapisan ini memiliki kelenjar yang menghasilkan lendir. Fungsi lendir ini yaitu sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan makanan.

d. Mukosa

Mukosa merupakan lapisan paling dalam yang tersusun atas sel epitel bertingkat.

3. Sfingter

Bagian kerongkongan lainnya yaitu sfingter. Bagian ini merupakan otot bentuk cincin yang bisa membuka dan mutup. Terdapat dua jenis sfingter, yaitu sfingter atas dan bawah.

Sfingter atas berada dengan dengan tenggorokan yang menghubungkan hidung dengan mulut. Sedangkan sfingter bawah terletak pada pertemuan kerongkongan dengan lambung bagian atas.

Fungsi Kerongkongan

Secara umum fungsi kerongkongan adalah untuk membantu proses pencernaan. Namun ternyata fungsi dari organ ini cukup kompleks. Mengutip dari hellosehat.com, berikut beberapa fungsi dari kerongkongan.

1. Menutup Jalur Pernapasan saat Makan dan Minum

Fungsi kerongkongan yang pertama yaitu menutup jalur pernapasan saat makan dan minum. Bagian yang berperan untuk menjalankan tugas ini yaitu epiglotis.

Katup ini berguna mencegah makanan dan cairan masuk ke paru-paru. Dengan demikian, kita tidak akan tersedak saat sedang makanan atau minum.

2. Menghancurkan Makanan dan Membantu Makanan Masuk ke Lambung

Otot-otot pada kerongkongan bisa menghasiljan gerak peristaltik. Gerakan ini dapat meremas makanan dan membantu makanan terus masuk ke lambung. Gerak ini juga ditemukan di organ lain seperti usus halus dan usus besar.

3. Mencegah Makanan Kembali ke Mulut

Kerongkongan memiliki bagian bernama sfingter yang dapat mencegah makanan bergerak kembali ke mulut. Dengan demikian, makanan yang sudah masuk tidak dapat keluar lagi. Dan membuat pencernaan lebih lancar.

Gangguan Fungsi Kerongkongan

Sama halnya dengan organ tubuh lain, kerongkongan juga bisa mengalami masalah kesehatan. Masih mengutip dari sumber yang sama, berikut ini beberapa gangguan terhadap fungsi kerongkongan yang perlu diwaspadai.

1. Akalasia

Akalasia adalah kondisi saat esofagus tidak bisa mendorong makanan atau cairan ke lambung. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kerusakan sel saraf di dinding kerongkongan.

Dalam kondisi normal, sfingter atas akan membuka saat kita menelan sesuatu dan membuat makanan atau cairan tersebut turun ke lambung. Namun pada penderita akalasia, sfingter tidak bisa menutup, sehingga makanan dan cairan terjebak di dalam kerongkongan dan tidak masuk ke lambung.

2. Esofagitis

Masalah kesehatan ini adalah sebuah peradangan atau iritasi di lapisang esofagus. Perdangan ini dapat terjadi jika asam lambung naik. Asam lambung akan mengikis lapisan kerongkongan dan menimbulkan radang serta iritasi.

Peradangan juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi, efek obat tertentu, dan reaksi alergi. Penderita masalah kesehatan ini umumnya akan sulit menelan. Selain itu, ada juga yang merasakan gejala seperti berikut:

  • Nyeri saat menelan.
  • Nyeri dada yang parah saat makan.
  • Panas atau nyeri ulu hari akibat asam lambung naik.
  • Makanan tersangkut dalam kerongkongan.
  • Asam lambung naik hingga ke mulut.

3. Barrett’s Esophagus

Barrett’s esophagus adalah kondisi ketika lapisan esofagus mengalami kerusakan karena terusm menerus terpapar asam lambung. Gangguan fungsi kerongkongan ini timbul sebagai komplikasi penyakit GERD dan esofagitis yang tidak disembuhkan dengan baik.

Asam lambung yang sering naik, akan menyebabkan lapisan kerongkongan menipis. Lama-kelamanaan sel dari lapisan tersebut berubah dan menjadi rusak.

Penyakit ini juga bisa meningkatkan risiko kanker esofagus. Walaupun risiko kanker tidak meningkat secara drastis, namun penderita barrett’s esophagus harus rutin menjalani perawatan medis.

4. Kanker Kerongkongan

Pembentukan kanker biasanya berawal dari sel yang menysusun lapisan dalam esofagus. Sel ini dapat mengalami mutasi DNA dan tumbuh tak terkendali hingga menyebabkan jaringan abnormal yang menyebar ke seluruh tubuh.

Penyebab gangguan fungsi kerongkongan ini belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker esofagus. Berikut uraiannya.

  • Mengalami masalah kesehatan seperti asam lambung, refluks pada empedu, barrett’s esophagus, atau akalasia.
  • Kebiasaan merokok atau minum alkohol.
  • Berat badan berlebih.
  • Terlalu sering minum air panas.
  • Jarang mengkonsumsi buah dan sayur.
  • Menjalani terapi radiasi di bagian dada atau perut bagian atas.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait