Fungsi Usus Besar dalam Sistem Pencernaan yang Perlu Diketahui

Usus besar adalah bagian akhir dalam sistem pencernaan. Maka dari itu, fungsi usus besar ini sangat penting sebab berperan untuk mengoptimalkan pencernaan dan mengeluarkan sisa pencernaan.
Image title
27 Desember 2021, 08:29
Fungsi Usus Besar dalam Sistem Pencernaan yang Perlu Diketahuiu
pixabay.com
Gambar usus besar dan organ dalam lainnya.

Usus besar merupakan bagian akhir di ujung saluran pencernaan. Fungsi usus besar ini juga sangat penting bagi proses pencernaan manusia. Usus besar berpereran untuk mengeluarkan zat sisa makanan yang sudah dicerna. Usus besar juga membantu penyerapan cairan dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bagian-bagian Usus Besar

Sebelum mengulas tentang fungsi usus besar, tak ada salahnya jika kita juga mengenal bagian-bagian yang ada di usus ini. Mengutip dari halodoc.com, berikut ini penjelasan tentang anatomi dari usus besar.

1. Sekum

Bagian usus besar yang pertama yaitu sekum. Bagian ini berbentuk seperti kantong yang menghubungkan antara usus halus dengan usus besar. Fungsinya yaitu untuk menyerap kembali air dan nutrisi makanan yang berasal dari usus halus.

2. Kolon

Kolon merupakan bagian terpanjang dari usus besar. Kolon memiliki empat bagian yaitu asendan (kanan rongga perut), transversum (melintang dari kanan ke kiri di atas rongga perut), desenden (kiri rongga perut), dan sigmoid (bagian yang terhubung dengan rektum).

Advertisement

Fungsi dari organ ini yaitu untuk mencampur chyme dengan enzim di saluran pencernaan. Campuran tersebut akan membentuk tinja yang akan dikeluarkan tubuh.

3. Rektum

Rektum adalah bagian usus besar yang terhubung dengan kolon sigmoid. Bagian ini berguna untuk menerima dan menyimpan limbah dari kolon.

Penyimpanan akan berlangsung sembari menunggu sinyal untuk mengeluarkan limbah tersebut melalui anus. Proses pengeluaran terjadi ketika otak menerima rangsangan sehingga menghasilkan sinyal untuk mengeluarkan limbah termasuk gas atau tinja.

4. Anus

Bagian terakhir dari usus besar yaitu anus. Ketika rektum sudah penuh dan tinja siap dikeluarkan, maka anus akan mengeluarkan kotoran tersebut. Keinginan mengeluarkan kotoran ditandai dengan rasa mulas dan dorongan untuk buang air besar.

Fungsi Usus Besar dalam Sistem Pencernaan

Usus besar berperan dalam akhir pencernaan. Selain itu, organ ini juga memiliki beberapa fungsi penting lainnya. Mengutip dari sehatq.com, berikut beberapa fungsi usus besar.

1. Menyerap Air

Sudah sempat disinggung sebelumnya bahwa fungsi usus besar adalah untuk menyerap air. Sebagian proses pencernaan makanan dan nutrisi telah selesai di usus kecil.

Organ usus besar ini membantu menyempurnakan proses pencernaan dengan menyerap air yang masih tersisa. Oleh sebab itu, sesuai proses pencernaan di organ ini akan terbentuk sisa makanan yang padat dan siap dikeluarkan tubuh dalam bentuk feses.

2. Membantu Penyerapan Vitamin

Usus besar berfungsi untuk menyerap vitamin sebab terdapat bakteri baik yang hidup di kolon. Diketahui dalam kolon ada sekitar 700 bakteri baik yang membantu memelihara kesehatan tubuh.

Fungsi dari bakteri ini yaitu untuk memecah polisakarida yang belum dicerna menjadi asam lemak yang mudah diserap usus besar. Fermentasi ini akan menghasilkan nitrogen, karbon dioksida, hydrogen sulphide, dan metana yang akan dikeluarkan sebagai flatus.

Bakteri di usus besar ini juga bisa menghasilkan vitamin K dan biton. Jadi saat tubuh kekurangan vitamin dari makanan, maka bakteri ini akan membantu memenuhi kekurangan vitamin tersebut.

3. Mencegah Infeksi dan Mengurangi Kandungan Asam

Usus besar berfungsi untuk mencegah dan mengurangi kandungan asam dalam tubuh. Kehadiran mukosa yang ada di permukaan  usus besar dapat membantu mengeluarkan zat bikarbonat.

Zat tersebut berguna untuk menetralkan sama yang dihasilkan asam lemak dan zat pencernaan lain dari usus kecil. Lapisan mukosa juga berguna untuk melindungi tubuh dari infeksi mikroba berbahaya.

4. Menghasilkan Antibodi

Fungsi usus besar dalam sistem pencernaan lainnya yaitu dapat mengahasilkan antibodi. Jaringan limfoid dalam usus besar diketahui berperan penting untuk memproduksi antibodi dan antibodi reaksi silang.

Secara umum antibodi biasanya diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh guna menjaga agar jumlah bakteri baik dalam tubuh tetap normal. Selain itu, antibodi juga berguna untuk melawan bakteri jahat yang menyebabkan penyakit.

Gangguan Fungsi Usus Besar

Masalah kesehatan bisa terjadi di seluruh organ tubuh, termasuk usus besar. Gangguan pada fungsi usus besar dapat disebabkan oleh faktor genetik, gaya hidup, makanan, hingga usia. Menurut penjelasan sehatq.com, berikut beberapa masalah kesehatan pada usus besar.

1. Polip Usus Besar

Polip usus besar merupakan jaringan yang tumbuh tidak normal pada usus besar. Sebagian besar polip tidak berbahaya, namun ada juga polip yang dapat memicu kanker.

Setiap orang bisa saja mengalami polip kolon. Namun orang yang usianya sudah di atas 50 tahun, pernah mengalami polip, memiliki riwayat penyakit ini di keluarga, hingga pernah mengalami kanker usus besar di keluarga memiliki risiko terkena polip kolon lebih besar.

Gejala masalah kesehatan ini antara lain terdapat perdarahan saat buang air besar, konstipasi, dan diare yang tidak kunjung sembuh. Namun ada juga pasiesn polil usus besar yang tidak memiliki gejala.

2. Kolitis Ulseratif

Penyakit ini merupakan masalah kesehatan yang bisa menimbulkan peradangan dan luka di usus besar. Gangguan kesehatan ini sering muncul pada orang berusia 15 hingga 30 tahun.

Umumnya disebabkan karena faktor genetik. Gejalanya antara lain; sakit perut, diare berdarah, berat badan menurun, nafsu makan berkurang, lelah dan lesu, anemia, hingga muncul rasa sakit pada sendi.

3. Divertikulosis

Divertikulosis merupakan penyakit dengan tanda muncul kantong kecil atau divertikula yang menonjol dari susu besar. Masalah kesehatan ini umumnya terjadi pada orang lanjut usia.

Umumnya disebabkan akibat pola makan yang kurang serat. Gejala yang biasanya muncul yaitu sakit perut bagian kiri, demam, mual, muntah, kram, dan kontipasi. Namun ada juga pasien dengan gangguan fungsi usus besar ini  yang tidak bergejala.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait