PGN Tambah 50 Ribu Jaringan Gas untuk Rumah Tangga Tahun Ini

PGN sedang mengembangkan layanan gas bumi rumah tangga seperti di Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Eropa.
Image title
11 Februari 2021, 17:14
pgn, pipa gas, migas, jargas, jaringan gas, gaskita
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pras.
Seorang warga menunjukkan cara pembayaran gas PGN sistem daring melalui aplikasi di Depok, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020).

PT Perusahaan Gas Negara Tbk alias PGN bakal menggenjot pembangunan jaringan gas (jargas) tahun ini. Perusahaan bakal mengembangkan 50 ribu jaringan dengan investasi mandiri untuk rumah tangga dan pelanggan kecil (GasKita) di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Cilegon.

Proyek bernama GasKita COCO (Corporate Owned, Corporate Operate) ini memakai pipa dan dioperasikan oleh PGN. Direktur Komersial Faris Aziz menyebut perusahaan akan mengembangkan layanan gas bumi seperti di Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Eropa.

Gas itu akan disalurkan langsung ke rumah-rumah pelanggan memakai pipa gas yang modern dan ringkas. “Dengan begitu, gasnya selalu siap digunakan kapan pun,” kata Faris dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/2). 

GasKita, menurut dia, Lebih aman karena gasnya memiliki kandungan metana 98% yang mudah terurai di udara apabila terjadi kebocoran. Selain itu, ada piranti kemanan berupa valve atau keran dan sistem alarm untuk mitigasi masalah. 

Apabila terjadi kebocoran, gas bumi akan mengeluarkan aroma dan tidak akan menyebabkan ledakan. Masyarakat dapat melaporkan kendala apapun ke nomor 1500 645 yang siap melayani 24 jam.

Sistem keamanannya juga ditunjang smart meter. Pemakaian gas akan termonitor dan tercatat otomatis secara langsung. Jadi, petugas tidak perlu Datang ke rumah untuk mencatat secara manual. 

Jargas merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN). Sepanjang 2020, PGN menyelesaikan sekitar 127.864 sambungan rumah di 23 kabupaten atau kota. Kini ada lebih 422 ribu pelanggan aktif di sektor rumah tangga di 60 kota atau kabupaten di 17 provinsi.

Secara bertahap, PGN akan melanjutkan penugasan dari Kementerian ESDM. Pengembangan jargas memakai pendanaan APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara), KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha), kemitraan, dan investasi mandiri. 

Pembangunan jargas tahun ini akan dijalankan secara massif dalam rangka mengurangi subsidi energi impor. Plus, PGN juga mendukung target holding Migas PT Pertamina (Persero) untuk mencapai 500 ribu sambungan di 24 kota.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati sebelumnya mengatakan dari angka itu, sekitar 130 ribu sambungan memakan dana APBN. Sisanya dengan skema kerja sama dan investasi mandiri.

Faris mengatakan ada 220 ribu sambungan memakai skema yang terakhir dan akan terealisasi di wilayah Jabotabek, Karawang, dan Cilegon. “Potensi pemanfaatan gas bumi masih besar untuk berbagai wilayah,” ucapnya. 

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing
Video Pilihan

Artikel Terkait