Sorta Tobing
20 September 2022, 10:58

Video: Wacana Kompor Gas Diganti Kompor Listrik, Lebih Hemat Mana?

Pemerintah akan menarik peredaran elpiji 3 kilogram dan membagikan paket kompor listrik sebagai gantinya. Dalam paket itu, masyarakat mendapatkan satu unit kompor induksi dengan dua tungku masak, panci, wajan, dan modul internet of things (IOT) untuk menyimpan data konsumsi listrik.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan, kompor listrik tersebut dapat memonitor konsumsi listrik yang terintegrasi dengan sistem tagihan PLN.

Kompor induksi listrik akan dibagikan kepada golongan pelanggan listrik bersubsidi 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA. Harapannya, program ini dapat mengurangi beban negara untuk subsidi dan impor elpiji. 

PLN mengklaim konversi elpiji 3 kilogram ke kompor listrik akan menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Untuk 300 ribu keluarga penerima manfaat pada 2022, penghematannya mencapai Rp 330 miliar.

Perusahaan sedang melakukan uji coba ke 2 ribu keluarga di Solo dan Bali pada tahun ini. Tahun depan, sasaran program konversi mencapai 5 juta keluarga penerima. Penghematan APBN capai Rp 5,5 triliun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, biaya keekonomian elpiji sekitar Rp 20 ribu per kilogram. “Sedangkan kompor induksi sekitar Rp 11.300 per kilogram listrik ekuivalen,” ucapnya pada pekan lalu. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.