Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bumi Resources Indonesia Tbk (BUMI) paling banyak diborong investor asing saat IHSG jeblok di bawah 8.000 pada Jumat (6/2).
Bank Mandiri pertahankan fundamental kuat dengan aset tumbuh 16,6 persen jadi Rp2.829,9 triliun pada 2025, didukung akselerasi layanan digital dan ekonomi solid.
Lembaga pemeringkat kredit Moody’s Ratings menurunkan outlook lima bank jumbo di Indonesia dari stabil menjadi negatif dalam pengumumannya hari ini, jumat (6/2).
Bank Mandiri memberikan kisi-kisi pembagian dividen interim untuk tahun buku selanjutnya. Sebelumnya, bank pelat merah itu telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 9,3 triliun.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun hingga kuartal keempat 2025. Capaian tersebut naik dari laba konsolidasi periode yang sama 2024.
Saham perbankan jumbo BBCA, BBRI, BMRI dan BMRI terpantau bergerak terbatas pada perdagangan Senin (2/2). Padahal mayoritas emiten lain bergerak volatil dan banyak yang longsor.
Tekanan jual asing sejumlah saham perbankan terjadi di tengah keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20–21 Januari 2026.
Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp 3,25 triliun di BEI pada 19-23 Januari 2026, dengan saham BBCA dan BUMI menjadi yang paling banyak dilepas.
Emiten yang akan membagikan dividen interim pada bulan ini, antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Sejumlah saham mencatatkan kinerja relatif solid selama 2025 di tengah tekanan pasar global. Stabilitas ekonomi domestik dan kesinambungan kebijakan fiskal dinilai menjadi faktor utama penopang IHSG.
Emiten Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendapatkan kredit jumbo total Rp 5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali melakukan perombakan besar di jajaran pimpinan. Melalui RUPSLB pada Jumat (19/12), perseroan resmi mengangkat Zulkifli Zaini menjadi komisaris utama
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengangkat Zulkifli Zaina sebagai komisaris utama. Keputusan diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB yang berlangsung Jumat (19/12).
Dua pekan menjelang penutupan tahun 2025, saham-saham perbankan besar atau big banks mulai unjuk gigi. Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah dalam beberapa hari terakhir