Dengan potensi besar yang dimiliki, sektor hutan dan lahan (FOLU) ditargetkan serap 140 juta ton CO₂e pada 2030 sebagai pilar utama ekonomi rendah karbon.
Beragam peristiwa lingkungan hidup terjadi di 2025. Mulai dari babak baru penanganan sampah , penguatan nilai ekonomi karbon, kontaminasi radioaktif, hingga banjir Sumatra.
Bencana banjir di Sumatra memberi pelajaran pahit tentang apa yang terjadi ketika alam dibiarkan rusak tanpa pengawasan dan tanpa data yang transparan.
CEO Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) Mas Achmad Santosa, menilai perlu paradigma baru dalam hukum lingkungan di Indonesia yang mengedepankan kepentingan ekologi.
Menteri LH menekankan pentingnya pengetatan penataan tata lingkungan yang harus terus ditingkatkan sembari upaya konservasi, memulihkan, dan meningkatkan kualitas lingkungan dengan penghijauan.