Kantong dividen yang akan diterima Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara dari empat emiten tambang anggota Grup MIND ID diperkirakan menyusut pada tahun ini.
PT Niramas Utama Tbk dengan merek dagang Inaco akan mencatatkan penawaran umum perdana saham melalui initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan kode ticker JELI.
Emiten pertambangan dan pengolahan timah milik negara PT Timah Tbk (TINS) berencana membagikan dividen sebesar Rp656,8 miliar kepada pemegang saham. Keputusan tersebut disetujui dalam RUPS
Peritel modern PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mengumumkan pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 40% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan itu diambil dalam RUPS hari ini
ANTM menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 5,04 triliun atau setara 70% dari laba bersih 2025. Rasio pembayaran dividen ini turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 100% dari laba.
Emiten tambang emas pelat merah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 5,04 triliun atau setara 70% dari laba bersih Tahun Buku 2025.
Emiten teknologi informasi PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 331,5 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 40,7% dari laba bersih perseroan pada 2025.
Emiten telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 21,9 triliun atau sebesar Rp 212 per saham.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagikan dividen interim termin pertama untuk tahun buku 2026 sebesar Rp 20 per saham. Dividen itu akan dibagikan pada 26 Juni 2026.
Unilever Indonesia akan membagikan dividen sebesar 100% dari laba bersih 2025 setelah disetujui dalam RUPST, dengan laba tahun itu tercatat Rp3,5 triliun.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan akan membagikan dividen jumbo senilai Rp 4,3 triliun. Dari jumlah itu dividen final per saham untuk investor Rp 114.