Percepatan transisi energi juga semakin relevan seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang berpotensi memicu volatilitas harga bahan bakar fosil global.
Indonesia dan Malaysia masuk kelompok negara dengan keamanan energi relatif baik, dibandingkan dengan sederet negara lain. Namun, masih tertinggal soal keberlanjutan lingkungan.
Tingginya radiasi bukan disebabkan industri nuklir, melainkan karena sejumlah lokasi Mamuju mengandung uranium-238 dan thorium-232 dalam kadar sangat tinggi.
Lembaga riset dan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam forum Indonesia Solar Economy Dialogue (ISED) memberikan peringatan dan masukan agar proyek tidak berujung mangkrak atau bermasalah.
IESR menyebut ketergantungan besar pada energi fosil berisiko menekan daya saing produk ekspor hingga membuat Indonesia kehilangan momentum transisi energi.