Rencana konversi kompor elpiji menjadi kompor listrik induksi dinilai minim sosialisasi dan pelaksanannya harus didukung payung hukum berupa peraturan presiden atau peraturan menteri.
Ada beberapa kendala yang dirasakan peserta pilot project konversi kompor elpiji ke kompor listrik induksi di Solo dan Denpasar. Namun ada juga yang merasakan manfaatnya, apa saja?
Program konversi kompor elpiji menjadi kompor listrik induksi dinilai sebagai langkah panik PLN dalam mengatasi oversupply atau kelebihan pasokan listrik.
Pembangkit listrik di Indonesia masih didominasi energi fosil, terutama PLTU yang berbahan bakar batu bara, sehingga penggunaan kompor listrik tak bisa dicap sebagai penggunaan energi bersih.
Jika tidak dilakukan secara tepat, program konversi kompor elpiji ke kompor induksi listrik berpotensi menimbulkan sejumlah masalah baru bagi penggunanya.
Untuk ujicoba konversi kompor elpiji ke kompor induksi listrik di Jakarta, pemerintah dan PLN akan membagikan 10.000 unit kompor induksi gratis beserta alat masaknya mulai Oktober.
Pengamat energi menyarankan pemerintah dan PLN juga memberikan kompor induksi gratis kepada pelanggan mampu untuk mempercepat konversi LPG dan mengatasi oversupply PLN.
PLN akan menambah daya listrik penerima kompor induksi, dari 450 VA menjadi 3.500 VA, dan 900 VA menjadi 4.400 VA. Pemerintah diharapkan tetap memberi subsidi tarif listrik.
Daya listrik pelanggan penerima paket kompor induksi gratis dengan daya 450 VA akan ditambah menjadi 3.500 VA, dan pelanggan 900 VA akan ditambah menjadi 4.400 VA.
Ada sejumlah penghematan yang dapat dinikmati masyarakat jika beralih menggunakan kompor induksi listrik dari sebelumnya kompor elpiji atau LPG 3 kg. Pemerintah juga bisa menghemat subsidi energi.