Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Islamabad, Pakistan dan tiba di bandara Nur Khan Base pada Senin pukul 12.00 WIB waktu setempat.
Presiden Prabowo dan Duta Besar Pakistan membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor termasuk pendidikan, kesehatan, dan IT, menandai peningkatan hubungan bilateral.
Donald Trump mengancam India dan Pakistan dengan tarif 250% untuk meredakan konflik bersenjata, sekaligus memuji Modi sebagai pemimpin yang tampan namun tangguh.
Pembukaan air berlebih dari bendungan India mengancam akan menyebabkan banjir lebih lanjut di sebagian wilayah Punjab, yang berfungsi sebagai lumbung pangan Pakistan.
Kementerian Keuangan Pakistan menyatakan alokasi ini bagian dari rencana Islamabad untuk menggunakan surplus listriknya untuk penambangan Bitcoin dan pusat data AI.
Indonesia, sebagai produsen utama minyak sawit, berencana membuka pasar baru di Afrika dan Asia Timur untuk menghadapi dampak potensial konflik India-Pakistan.
Ketegangan antara India dan Pakistan dikhawatirkan akan mengganggu ketahanan pangan Asia, terutama untuk negara yang bergantung pada impor beras dari kedua negara tersebut.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ekspor batu bara Indonesia tetap berlangsung stabil meskipun ada eskalasi konflik antara India dan Pakistan.
Islamabad berjanji untuk membalas pada waktu, tempat, dan cara yang dipilihnya untuk membalas hilangnya nyawa warga Pakistan yang tidak bersalah dan pelanggaran terhadap kedaulatannya.
Tren ekspor minyak sawit Indonesia mengalami penurunan karena dipicu persaingan harga dengan minyak biji matahari, serta tantangan dalam mempertahankan pasar ekspor ke Cina.