World Wildlife Fund (WWF) mencatat terjadi penurunan sebesar 73% pada rata-rata populasi satwa liar di dunia akibat perubahan iklim dalam kurun waktu 50 tahun.
Amartha mendonasikan 2.000 pohon produktif-endemik kepada KTH Giri Amerta, mendukung pengembangan Koridor Satwa Liar Amartha serta pelestarian lingkungan di Hutan Bali Barat, Jembrana, Bali.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Polisi tengah menyelidiki penyebab kematian gajah sumatra yang ditemukan tanpa gading di pedalaman Kabupaten Aceh Utara.
Setiap tahunnya, Hari Satwa Liar Sedunia menghadirkan tema khusus. Tahun ini, tema yang diangkat adalah "Menghubungkan Manusia dan Planet: Menjelajahi Inovasi Digital dalam Konservasi Satwa Liar".
Salah satu cara untuk ikut merayakan Hari Satwa Liar Sedunia, adalah dengan membagikan ucapan di media sosial. Ucapan yang dibagikan ini, dapat menjadi penyemangat untuk mendorong upaya konservasi.
Hari Satwa Liar Sedunia, yang dirayakan setiap 3 Maret menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh individu akan pentingnya upaya konservasi satwa, untuk menyelematkan dari ancaman kepunahan.
BTNGHS bersama SEGS terus berkomitmen dalam kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati khususnya burung pemangsa (Raptor) dengan cara melakukan pelepasliaran satwa hasil rehabilitasi ke habitat alami.