Pinjaman dari Bank Dunia sebesar US$ 500 juta atau Rp 7,49 triliun akan difokuskan untuk program ISLE-1, yang bertujuan menyediakan akses listrik yang berkelanjutan di wilayah Indonesia Timur.
PLN diperkirakan membutuhkan Rp 10,5 triliun untuk membangun 200 MW PLTS di 94 lokasi. Kebutuhan dana ini akan diambil dari pembiayaan kesepakatan iklm yang sebesar Rp 300,16 triliun.
Pemerintah Indonesia menginisiasi proyek interkoneksi listrik bersama dengan Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina, dengan listrik yang disalurkan berasal dari energi terbarukan.
Beban puncak kelistrikan Bali saat pembukaan KTT G20 terjadi pada sekitar pukul 11.25 sebesar 833 MW. Sementara itu, daya mampu listrik PLN mencapai 1.422 megawatt.