Harga Pertalite Rp 10.000, Driver Minta Tarif Ojol Naik hingga 30%

Asosiasi Driver Online menghimbau agar para pengemudi mengurangi waktu onbid-nya hingga tuntutan mereka atas kenaikan harga Pertalite terpenuhi.
Tia Dwitiani Komalasari
4 September 2022, 09:02
Pengendara kendaraan roda dua antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (31/8/2022).
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Pengendara kendaraan roda dua antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Asosiasi Driver Online atau ADO meminta pemerintah untuk menaikkan tarif ojek dan mobil online sebesar minimal 30%. Permintaan tersebut menyusul keputusan pemerintah untuk menaikkan tarif BBM subsidi Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter.

Ketua Umum ADO, Taha Syafaril, mengatakan bahwa kenaikan BBM subsisi tersebut sangat memberatkan pekerjaan dan usaha mereka sebagai pengemudi atau pelaku usaha transportasi online.

"Serta permintaan kami sebelumnya kepada Pemerintah untuk menaikan tarif ojol dan taxi online (angkutan sewa khusus) belum mendapatkan keputusan," ujar Taha melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/9).

Oleh sebab itu, ADO meminta kepada pemerintah melakukan pertemuan dan dialog dengan Asosiasi Driver Online dan juga seluruh perwakilan organisasi driver online. Mereka meminta pemerintah untuk memberikan subsidi bagi pengemudi online.

Advertisement

Selain itu, driver ojek online juga meminta agar ada penurunan potongan aplikasi menjadi 10% tanpa ada lagi fee aplikasi pada setiap ordernya. Para pengemudi juga keberatan dengan adanya larangan pembelian Pertalite untuk kendaraan dengan CC 1.500.

"Kami sangat keberatan karena banyak di antara kendaraan kami menggunakan CC 1.500," ujar Taha.

Sebagai sikap kami atas keberatan ini, Taha menghimbau kepada seluruh driver online mengurangi waktu ‘onbid'nya. "Pernyataan ini kami sampaikan sebagai sikap dan pandangan kami, mengingat selama ini Pemerintah tidak merespon secara positif dalam urusan transportasi online," ujarnya.

 Riset Bank Mandiri memperkirakan bahwa peningkatan harga Pertalite tersebut akan memperlambat pertumbuhan ekonomi 0,17 poin persentase. Kenaikannya juga akan memberikan andil 0,83 poin persentase ke inflasi.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait