IHSG Hari Ini Diprediksi Tertekan, Investor Tunggu Data Inflasi

 Zahwa Madjid
1 Desember 2022, 05:55
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8/2022). IHSG ditutup melemah pada level 7.086,24 dimana nilai tersebut turun 16,64 poin atau 0,23 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya, yakn
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8/2022). IHSG ditutup melemah pada level 7.086,24 dimana nilai tersebut turun 16,64 poin atau 0,23 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya, yakni 7.102,88 poin.

Memasuki bulan ke dua belas 2022, para pelaku pasar modal diminta untuk tetap mewaspadai adanya potensi tekanan terbatas pada perdagangan hari ini Kamis (1/12). Analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akan bergerak di rentang 7.011 hingga 7.157.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, mengatakan bahwa akan terdapat sentimen yang mendorong pola gerak IHSG hari ini. Salah satunya adalah rilis data inflasi.

“Kondisi perekonomian yang cukup stabil dapat memberikan perkiraan inflasi dalam kondisi normal. Sehingga jika terjadi kenaikan inflasi merupakan hal wajar, di mana perekonomian terlihat mulai bergerak seiring dengan mulai membaiknya situasi,” ujar William dalam risetnya.

Namun demikian, William mengatakan, investor masih harus mewaspadai adanya potensi tekanan terbatas selama rentang konsolidasi belum mampu digeser ke arah yang lebih baik.

Berikut saham-saham yang direkomendasikan oleh William:

  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Telkom Indonesia (persero) Tbk (TLKM)
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  • PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai level support IHSG berada di 6.988, 6.937 dan 6.892. Sementara level resistance IHSG berada di 7.100, 7.128-7.137 dan 7.200.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan para pelaku pasar untuk melakukan trading buy saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)  pada rentang harga 1.900-1.930 dengan target harga terdekat di 1.975 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada rentang g harga 9.000-9.100 dengan target harga terdekat di 9.400.

Ivan merekomendasikan buy on weakness saham PT Astra International Tbk  (ASII) pada rentang harga 5.850-6.000 dengan target harga terdekat di 6.400. Dia juga merekomendasikan  buy on weakness saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada rentang harga 7.000-7.150 dengan target harga terdekat di 7.500.

 Indeks Harga Saham Gabungan naik 69,24 poin atau 0,99% ke level 7.081,31 pada penutupan perdagangan Rabu, 30 November 2022. Hal ini terjadi seiring dengan menguatnya bursa Asia.

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait