Phillip Sekuritas Tampik Beri Akses Akun Nasabah ke Jouska

Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan berhubungan dengan Jouska sebatas sponsorship dalam kegiatan edukasi finansial.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
14 Agustus 2020, 12:10
Jouska, Philip Sekuritas, saham, investasi
Katadata
Philip Sekuritas menyatakan tak memberikan akses kepada Jouska.

PT Phillip Sekuritas Indonesia menegaskan tidak pernah memberikan akses akun nasabah kepada institusi lain, termasuk kepada PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska). Philip hanya akan memberikan kepada pihak yang berwenang.  Penjelasan Phillip Sekuritas setelah mereka dipanggil Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait keluhan akun rekening dana investor (RDI) milik nasabah yang dapat diakses Jouska.

Presiden Direktur Phillip Sekuritas Indonesia Daniel Tedja mengatakan perusahaan sebatas sponsorship dalam kegiatan edukasi finansial yang diselenggarakan Jouska. Pada kegiatan tersebut, terdapat pembukaan akun dari peserta edukasi yang memang dijalankan sesuai dengan ketentuan seperti nasabah Phillip Sekuritas lainnya.

Setelah membuka akun rekening, nasabah mendapatkan akses langsung untuk bertransaksi. "Sebagai perusahaan perantara efek, Phillip Sekuritas hanya menjalankan fungsinya untuk proses jual-beli efek oleh nasabah," kata Daniel Tedja melalui rilis, Jumat (14/8).

Sesuai mekanisme pasar modal, sub-rekening efek dan rekening dana investor (RDI) hanya dapat diakses oleh perusahaan sekuritas untuk membantu penyelesaian transaksi dan penarikan dana ke rekening pribadi nasabah.

Terkait kaitan dengan saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK),  Phillip Sekuritas Indonesia merupakan sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) dalam penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) perusahaan tersebut. Daniel mengatakan perusahaan telah menjalankannya sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku di pasar modal.

"Kami pastikan bahwa tidak ada kepemilikan Phillip Sekuritas atas saham LUCK secara korporasi maupun personal manajemen, baik di pasar perdana maupun sekunder," kata Daniel.

Sebelumnya, Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan memanggil Phillip Sekuritas untuk meminta penjelasan setelah menerima keluhan dari klien Jouska. Jouska disebut dapat mengakses akun RDI yang terdaftar di Philip dan mentransaksikan saham-saham tertentu.

Bahkan seorang nasabah bernama Abdurrahman Khalish menyatakan telah berkirim surat elektronik kepada Philip Sekuritas dan menjelaskan Jouska dapat mengakses RDI karena berperan sebagai sales.

 

Dengan mengakses RDI, Jouska dituding banyak membelikan saham-saham LUCK. Salah satu klien, Mita Lengganasari, menyebut Jouska Jouska membeli saham LUCK saat harganya Rp 1.700, padahal harga saham perusahaan tersebut terus anjlok dan saat ini berada di bawah Rp 200.

Mita menghitung dia mengalami potensial rugi hingga 70%. Mita pun menuntut penjelasan mengapa Jouska tak melakukan cut-loss. Alasannya mereka memiliki informasi dari orang dalam bahwa saham ini memiliki standby buyer yang siap membeli saham LUCK pada harga hingga Rp 2.000 per saham.

Satgas Waspada Investasi (SWI) memutuskan untuk menghentikan kegiatan PT Jouska Finansial Indonesia karena perusahaan tersebut melakukan kegiatan usaha sebagai penasihat investasi dan agen perantara perdagangan efek tanpa izin. Padahal Jouska hanya mengantongi izin di Online Single Submission (OSS) untuk kegiatan jasa pendidikan.

Satgas juga mengungkapkan fakta Jouska melakukan kerja sama dengan dua perusahaan lainnya yakni PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa Indonesia dalam pengelolaan dana nasabah. Kedua perusahaan tersebut melakukan kegiatan Penasehat Investasi, Manajer Investasi atau Perusahaan Sekuritas tanpa izin. Satgas pun menutup operasi kedua perusahaan itu.

Satgas Waspada Investasi juga meminta Jouska untuk bertanggungjawab menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi dengan klien secara terbuka. Untuk itu, Chief Executive Officer (CEO) Jouska Aakar Abyasa Fidzuno meminta tenggat waktu hingga 1 September 2020 untuk menyusun strategi pelunasan klaim ganti rugi kepada para klien.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait