Erick Thohir Rombak Direksi Bulog, Budi Waseso Tetap Bertahan

Erick Thohir mengganti lima direktur Bulog.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
21 Oktober 2020, 21:06
Erick Thohir, Budi Waseso, Buwas, BUMN
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Dirut Bulog Budi Waseso (kanan) bersama Kepala Bulog Divre NTB Supriyanto (kiri) menunjukkan stok beras saat meninjau pasokan beras di gudang Bulog Cakranegara II di Sweta, Mataram, NTB, Jumat (28/2/2020).

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merombak jajaran direksi Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) pada Rabu (21/10). Ada lima direktur Bulog yang diganti, tapi Budi Waseso atau Buwas yang menjabat Direktur Utama Bulog sejak 27 April 2018, tidak diganti.

Berdasarkan keputusan Menteri BUMN Erick Thohir selaku wakil pemerintah pemilik Bulog, memberhentikan Tri Wahyudi Saleh sebagai Direktur Operasional dan Pelayanan Publik, Triyana sebagai Direktur Keuangan, Bachtiar Utomo sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Mansur sebagai Direktur Komersial, dan Wibisono Puspito Hadi sebagai Direktur Pengadaan.

 Sebagai gantinya, Erick mengangkat Mokhamad Suyamto sebagai Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik, Febby Novita sebagai Direktur Bisnis, Purnomo Sinar Hadi sebagai direktur Human Capital dan Bagya Mulyanto sebelumnya menjabat sebagai Direktur SDM dan Umum dialihtugaskan menjadi Direktur Keuangan.

Dengan demikian, susunan Direksi Perusahaan Umum (Perum) BULOG adalah sebagai berikut:
- Budi Waseso sebagai Direktur Utama
- Gatot Trihargo sebagai Wakil Direktur Utama
- Bagya Mulyanto sebagai Direktur Keuangan
- Mokhamad Suyamto sebagai Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik
- Febby Novita sebagai Direktur Bisnis
- Purnomo Sinar Hadi sebagai Direktur Human Capital

Sekretaris Perusahaan Bulog Awaludin Iqbal menjelaskan, ada perubahan nomenklatur jabatan yang sebelumnya Direktur Operasional dan Pelayanan Publik berubah menjadi Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik (penggabungan Direktorat Pengadaan dan Direktur Operasional Pelayanan Publik).

Lalu, ada perubahan nomenklatur pada jabatan Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri menjadi Direktur Bisnis (Penggabungan Direktorat Komersial dan Direktorat Pengembangan Bisnis dan Industri). Begitu juga perubahan pada Direktur SDM dan Umum menjadi Direktur Human Capital.

"Selain ada perubahan nomenklatur juga jumlah direksi di Bulog sekarang berubah dari delapan menjadi enam orang. Jadi perubahan nomenklatur direksi tersebut juga merampingkan jumlah direksi di Perum Bulog,” kata Awaludin dalam rilis resmi.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait