Krisis Qatar, Antrean di Supermarket Selama Empat Jam

Ada perubahan perilaku konsumen. Biasanya, masyarakat membeli susu segar. Namun, sekarang mereka memilih susu dalam kemasan karena bisa bertahan lebih lama.
Maria Yuniar Ardhiati
9 Juni 2017, 10:29
Qatar
www.visitqatar.qa

Langkah sejumlah negara Arab memutuskan hubungan dengan Qatar, mulai memukul stabilitas negara tersebut. Selain nyaris mengisolasi seluruh jalur transportasi dari dan menuju Qatar, aktivitas ekonomi di negara tersebut juga terganggu. Masyarakat pun dilanda kepanikan.

Direktur Non-resident Keralites’ Affairs Department (NORKA), OV Musthafa, menganggap kepanikan yang muncul saat ini sudah bisa diprediksi sebagai dampak dari keputusan sejumlah negara Arab tersebut. Namun, jika kecemasan warga berlangsung selama lebih dari dua pekan maka tentunya akan menimbulkan persoalan serius bagi Qatar.

(Baca: Krisis Qatar, Beberapa Rute Qatar Airways dari Indonesia Dialihkan)

“Orang-orang (di Qatar) sudah mulai menimbun barang kebutuhan rumah tangga, seperti makanan, sebelum kehabisan,” kata Musthafa, yang juga pebisnis ternama India di Dubai, seperti dilansir situs berita India, News18, Kamis (8/6).

Diaspora India yang terdiri lebih dari 600 ribu orang sekarang diliputi kecemasan. Qatar menerima kucuran dana dari para investor asal India. Selain itu, ada ribuan orang India yang bekerja pada sektor konstruksi dan perhotelan di Qatar.

Di darat, Qatar hanya berbatasan dengan Arab Saudi, salah satu negara Timur Tengah yang memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Qatar. Perbatasan tersebut merupakan satu-satunya jalur pengiriman pasokan kebutuhan sehari-hari penduduk Qatar, seperti susu, gula, produk daging, dan sebagainya.

(Baca: JK Tegaskan Sikap Netral Indonesia dalam Konflik Qatar - Arab Saudi)

Namun, warga India di negara tersebut tengah dilanda kehawatiran persediaan barang mereka semakin menipis. Musthafa bercerita, saat ini sejumlah supermarket di Qatar mulai kehabisan persediaan barang.

Pada pekan lalu, antrean di kasir supermarket setempat hanya setengah jam. “Namun sekarang kami harus menunggu empat jam,” ujar Jacob, seorang warga Doha, ibu kota Qatar.

Hal ini merupakan masa antrean terlama sejak Qatar mengalami isolasi. Supermarket setempat memang masih memiliki stok barang. Namun, ada perubahan perilaku konsumen. Biasanya, masyarakat membeli susu segar. Namun, sekarang mereka memilih susu dalam kemasan karena bisa bertahan lebih lama.

Pemerintah India menyadari kecemasan warganya yang tinggal di Qatar. Tiga hari setelah Qatar mengalami isolasi dari negara-negara Teluk, kedutaan besar India di Doha pada Rabu lalu (7/6) menerbitkan sebuah pengumuman, yang menjamin keamanan warganya.

(Baca: Krisis Negara Arab Tak Kacaukan Piala Dunia dan Ekspor Gas Qatar)

“Para pejabat Qatar memberi jaminan untuk melakukan semua langkah agar kehidupan kembali normal, termasuk menjaga ketersediaan pasokan makanan,” kata kedutaan besar India di Doha. Pemerintah India juga menawarkan pengiriman barang-barang kebutuhan bagi warganya yang berada di Qatar.

Selama ini, Qatar memperoleh pasokan barang industri dari Arab Saudi. Kalau pun tidak diproduksi di Saudi, barang-barang tersebut dikirim melalui Saudi. Warga Qatar masih dapat memperoleh barang-barang kebutuhan mereka sekarang. “Tapi kami tidak tahu sampai kapan,” kata Jacob.

Seperti diketahui, tiga negara Arab yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain pada awal pekan ini memutuskan hubungan dengan Qatar. Alasannya, Qatar dinilai mendukung para terorisme. Langkah tersebut kemudian diikuti Mesir dan Yaman. Belakangan, beberapa negara di Afrika Utara mengekor langkah tersbrut sehingga saat ini ada tujuh negara yang memutuskan hubungan dengan Qatar.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait