Dubes Amerika Janji Kebijakan Imigrasi Trump Tak Sasar WNI

“Kami tidak melarang WNI sama sekali (ke AS) dan kami percaya nilai-nilai Indonesia yang menjadi acuan,” kata Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr.
Ameidyo Daud Nasution
1 Februari 2017, 15:15
Donald Trump
ANTARA/Reuters/Mohammad Khurseed

Kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melarang masuknya warga dari sejumlah negara berpenduduk mayoritas muslim, telah memicu gejolak dan keresahan di seluruh dunia. Namun, Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. menjanjikan, kebijakan tersebut tidak menyasar Warga Negara Indonesia (WNI).

“Kami tidak melarang WNI sama sekali (ke AS) dan kami percaya nilai-nilai Indonesia yang menjadi acuan,” katanya di Gedung Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Rabu (1/2).

(Baca: Bank-Bank Besar di Wall Street Kecam Kebijakan Imigrasi Trump)

Seperti diketahui, pada Jumat pekan lalu, Trump mengeluarkan keputusan presiden yang melarang masuknya warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim ke Amerika. Ketujuh negara itu adalah Syiria, Irak, Iran, Yaman, Libya, Somalia, serta Sudan. Larangan ini berlaku selama 90 hari mendatang. Selain itu, Trump membekukan izin bagi para pengungsi selama 120 hari.

Meski begitu, Donovan menegaskan kebijakan pemerintah AS saat ini tidak menyasar agama tertentu. Kebijakan itu bertujuan untuk memastikan kondisi keamanan dan keselamatan negara AS, terutama di aerah perbatasan. “Jadi bukan (faktor) agama, tapi keamanan,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai kebijakan imigrasi Trump. Jokowi meminta seluruh WNI, termasuk yang berada di AS, tidak resah menanggapi kebijakan baru tersebut. "Kenapa harus resah, kita tidak terkena kebijakan itu," katanya.

(Baca: Komentari Kebijakan Imigrasi Trump, Jokowi : WNI Tak Perlu Resah)

Meski begitu, Jokowi menyatakan prinsip keadilan serta kesetaraan haruslah diperjuangkan. Kesetaraan inilah yang sesuai dengan konstitusi Indonesia. "Saya kira jelas bahwa keadilan dan yang namanya kesetaraan harus diperjuangkan," kata Presiden.

Adapun Kementerian Luar Negeri juga mengimbau masyarakat Indonesia di AS tetap tenang. Bahkan, Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi telah meminta perwakilan RI di enam kota AS , yaitu New York, Washington DC, Los Angeles, San Fransisco, Houston, serta Chicago, menggelar layanan hotline 24 jam. (Baca: Janji Rekrut Pengungsi untuk Lawan Trump, Starbucks Terancam Boikot)

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait