Ada Permainan Harga, Bulog Akan Intervensi Tata Niaga Bawang

?Yang namanya pedagang bisa mengatur. Barang saya ada tapi ditahan sehingga harga bisa naik sedikit.?
Miftah Ardhian
2 Mei 2016, 17:19
Bawang di pasar tradisional
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah menyoroti masalah tingginya harga bawang merah di tengah melimpahnya pasokan komoditas bahan makanan ini di pasar. Demi mengatasi masalah itu, pemerintah menyiapkan Perum Bulog untuk melakukan intervensi tata niaga distribusi bawang merah di dalam negeri.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya dan data tim independen Kementerian Koordinator Perekonomian, produksi bawang merah mengalami surplus. Rata-rata produksi bawang merah per bulan di Indonesia sebesar 90.000 ton. Sedangkan produksi pada Mei hingga tiga bulan ke depan diperkirakan bakal terus naik menjadi 100 ribu ton.

Sedangkan tim independen Kemenko Perekonomian memperkirakan produksi bawang merah bisa mencapai 140 ribu ton per bulan. “Ketersediaan bawang merah pada Mei sampai Juli akan aman,” kata Spudnik seusai rapat koordinasi mengenai harga pangan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (2/5).

(Baca: Harga Pangan Terkendali, April Cetak Deflasi Terbesar Sejak 1999)

Meski begitu, harga bawang merah di pasaran tetap tinggi. Hal itu setidaknya tecermin dari data inflasi yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS). Pada April lalu, bawang merah merupakan komoditas bahan makanan yang paling dominan menyebabkan inflasi yaitu sebesar 0,05 persen. Padahal, BPS mencatat pada April terjadi deflasi sebesar 0,45 persen, yang merupakan deflasi terbesar sejak 1999, berkat terkendalinya harga pangan dan bahan makanan.

Spudnik mengatakan, surplus produksi bawang merah di petani ternyata tidak seluruhnya masuk ke pasar sehingga harga komoditas bahan makanan ini tidak turun. Ia pun menengarai, hal ini disebabkan ulah para oknum pedagang yang menyimpan bawang merah sehingga harganya tetap tinggi. “Yang namanya pedagang bisa mengatur. Barang saya ada tapi ditahan sehingga harga bisa naik sedikit.”

(Baca: BPS Meramal Deflasi dan Harga Barang Turun Selama 3 Bulan)

Solusinya, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kemenko Perekonomian, pemerintah akan melakukan intervensi tata niaga distribusi bawang merah melalui peran Bulog. Kementerian Pertanian juga akan membantu Bulog mencarikan stok bawang merah untuk menekan harga di pasar.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menganggap, masih perlu pengecekan lanjutan terkait produksi bawang merah di dalam negeri. “Kami sedang lakukan pencocokan data agar kesimpulan yang diambil tidak salah. Apa benar surplus atau tidak kita lihat nanti,” ujarnya. Jika ternyata tidak ada surplus, pemerintah membuka kemungkinan mengimpor bawang merah untuk menekan harganya.

(Baca: Selain Bulog, Pemerintah Tugaskan BUMN Distribusikan Pangan)

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan, pemerintah akan berupaya menekan harga bawang merah. Targetnya harga komoditas bahan makanan ini bisa turun hingga mencapai Rp 25.000 per kilogram. Namun, pemerintah belum memutuskan melakukan impor bawang merah. “Belum diputuskan akan impor atau tidak, pada Rabu nanti (4/5) akan diputuskan,” ujarnya.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait