Harga Minyak di Bawah US$ 40, Cina Perbesar Stok Minyak

Cina memanfaatkan momentum penurunan harga minyak untuk menambah cadangan penyangganya Selama ini ketergantungan Cina terhadap minyak impor sangat besar
Yura Syahrul
24 Agustus 2015, 17:44
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Tren penurunan harga minyak dunia terus berlanjut. Di awal pekan ini, harga minyak dunia telah jatuh di bawah US$ 40 per barel. Penurunan harga minyak ini malah dimanfaatkan oleh Cina dengan memborong minyak untuk memperbesar cadangan penyangga minyaknya.

Pada pukul 05.00 waktu Amerika Serikat (AS) atau 15.00 WIB, hari Senin ini (24/8), harga minyak jenis WTI di bursa NYMEX, AS, sudah berada di level US$ 39,03 per barel atau turun dari Jumat pekan lalu yang sebesar US$ 40,5 per barel. Ini merupakan harga terendah minyak sejak tujuh tahun terakhir.

Sanjeev Gupta, Kepala Konsultan Bisnis Migas Asia Pasifik Ernst & Young mengatakan, anjloknya harga minyak akibat pasokan minyak dunia yang berlebih. ?Data manufaktur Cina menurun sehingga permintaan ikut turun, sementara produksi minyak di Amerika berlebih,? katanya, seperti dikutip situs businessspectator.com, Senin (24/8).

Sementara itu, Abhishek Deshpande, analis pasar minyak dari Natixis di London, memperkirakan rata-rata harga minyak jenis Brent sebesar US$ 40 per barel pada Oktober 2015 damn bakal terus bertahan hingga akhir tahun. ?Lalu akan turun di bawah US$ 40 per barel awal tahun depan karena pasokannya berlebih di pasar,? katanya.

Advertisement

Momentum penurunan harga minyak tersebut justru dimanfaatkan oleh pemerintah Cina untuk menambah cadangan penyangga minyak di negaranya. Sebab, selama ini ketergantungan Cina terhadap minyak impor sangat besar. Pada tahun 2014, misalnya, impor minyak mentah Cina sebesar 60 persen dari kebutuhan minyak nasional. Porsinya naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 59,3 persen.

Li Yanxiang, analis Long Zhon Petrochemical, mengungkapkan, Cina telah membangun tangki minyak di empat wilayah, yaitu Zhenhai, Zhoushan, Huangdao dan Dalian, dengan total kapasitas penyimpanan dari 103 juta barel. Langkah ini sejalan dengan rencana Cina meningkatkan jumlah cadangan penyangga minyaknya hingga 90 hari. Durasi waktu tersebut sesuai dengan ketentuan International Energy Agency (IEA). Saat ini, cadangan penyangga minyak Cina hanya hingga 60 hari.

Selain itu, Cina berniat membangun delapan lokasi penyimpanan minyak. Proses pembangunannya membutuhkan waktu 5-6 tahun. ?Cina akan membutuhkan kapasitas penyimpanan ekstra 540-600 juta barel minyak sebelum mencapai tingkat yang ditentukan IEA,? kata Li, seperti dikutip Watch China Times.

Kondisi berbeda dialami Indonesia. Hingga kini, Indonesia belum memiliki cadangan penyangga minyak. Sementara negara-negara tetangga, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam telah mempunyai tangki untuk cadangan penyangga minyaknya. Direktur Bahan Bakar Minyak (BBM) BPH Migas Hendry Ahmad mengatakan, pihaknya sebagai regulator sedang mengatur pembentukan cadangan penyangga nasional. "Sekarang baru rancangan," kata dia.

Reporter: Manal Musytaqo
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait