Profil Bambang Susantono, Kepala Otorita IKN Nusantara

Presiden Joko Widodo resmi menunjuk Bambang Susantono sebagai Kepala Otorita IKN Nusantara. Peresmian Kepala dan Wakil Kepala Otorita diumumkan pada Kamis, 10 Maret 2022.
Dwi Latifatul Fajri
11 Maret 2022, 16:50
Bambang Susantono
ADB
Bambang Susantono

Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe resmi dilantik sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pengumuman tersebut diumumkan melalui website presidenri.go.id.

Pelantikan Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN Nusantara ini sesuai keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9/M Tahun 2022 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN Nusantara.

Apa Tugas Kepala Otorita IKN Nusantara?

Tugas kepala Otorita IKN Nusantara termaktub dalam Rancangan Undang-undang (RUU) IKN. Mengutip indonesiabaik.id, nantinya pusat pemerintahan yang dinamakan Nusantara ini, akan menjadi daerah khusus yang dipimpin oleh kepala otorita.

Tugas Kepala Otorita antara lain:

Sebagai Kepala Otorita IKN Nusantara, Bambang Susantono memiliki kedudukan dan tugas sebagai berikut:

Advertisement
  • Pemimpin IKN Nusantara nantinya setara dengan menteri yang akan dipilih, bertanggung jawab, dan dihentikan langsung oleh Presiden
  • Kepala otorita bertugas untuk mengawal proses pemindahan ibu kota negara
  • Proses pemindahan ibu kota dilakukan secara bertahap sesuai visi jangka panjang Indonesia sampai tahun 2045
  • Masa jabatan kepala otorita di IKN Nusatara selama 5 tahun
  • Tidak ada pemilihan umum untuk memilih kepada daerah IKN secara langsung oleh penduduk IKN
  • Kewenangan dari pemerintah daerah khusus IKN mencakup semua urusan pemerintahan, kecuali bidang politik luar negeri, pertahanan, yustisi, moneter, fiskal nasional, dan agama.

Profil Bambang Susantono

Bambang Susantono lahir di Yogyakarta, 4 November 1963. Ia menamatkan jenjang pendidikan sarjana di Fakultas Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1984.

Kemudian Bambang Susantono melanjutkan program pasca-sarjana di University of California, Berkeley. Program yang diambil adalah perencanaan kota dan wilayah, atau Master of Science in Civil Engineering (MSCE) untuk teknik transportasi.

Mengutip dephub.go.id, Bambang Susantono kemudian melanjutkan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.), di bidang perencanaan infrastruktur. Program ini ia tempuh di University of California, Berkeley, tempat ia menjalankan pendidikan program pasca-sarjana.

Bambang Susantono pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan, di kabinet Indonesia Bersatu II periode 2009-2014, pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam periode tersebut, ia sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Perhubungan. Jabatan ini ia pegang mulai 1-20 Oktober 2014.

Pada periode 2004-2010, ia menjabat sebagai Ketua Masyarakat Transportasi (MTI). Pada rentang periode tersebut, Bambang Susantono menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, lebih tepatnya pada periode 2007-2010. Ia juga menjadi Anggota Dewan East Asia Society of Transportation Studies (EASTS) dan Anggota Dewan South North Foundation, yang berpusat di Johannesburg, Afrika Selatan.

Selain itu, ia juga pernah memegang jabatan Vice President Asian Development Bank (ADB), menggantikan Bindu Lohani yang pensiun. Di ADB, Bambang Susantono ia bertanggung jawab menjalankan program pembangunan berkelanjutan, hingga riset serta kerjasama regional di bidang ekonomi. Selain itu, di ADB ia juga mengawasi publikasi laporan mengenai indikator pembangunan, outlook pembangunan dan indikator ekonomi. Posisi di ADB ia pegang sejak Juli 2015 hingga penunjukannya sebagai Kepala Otorita IKN Nusantara.

Bambang Susantono juga mengajar dan membimbing mahasiswa pasca-sarjana di bidang Ilmu Teknik, Universitas Indonesia.

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait