Pacu Kinerja Kuartal II, Kalbe Farma Andalkan Produk Obat Tanpa Resep

Kalbe Farma akan andalkan produk obat tanpa resep karena di tengah pandemi virus corona produk seperti supplemen kesehatan dan vitamin sangat dibutuhkan.
Image title
4 Mei 2020, 21:24
Ilustrasi, produksi obat di pabrik farmasi. PT Kalbe Farma Tbk akan mengandalkan produk obat tanpa resep atau over the counter (OTC) selama pandemi Covid-19.
KATADATA
Ilustrasi, produksi obat di pabrik farmasi. PT Kalbe Farma Tbk akan mengandalkan produk obat tanpa resep atau over the counter (OTC) selama pandemi Covid-19.

Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), PT Kalbe Farma Tbk akan mengandalkan produk over the counter (OTC) atau obat tanpa resep dokter, untuk memacu kinerja.

Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, produk OTC akan menjadi andalan karena di tengah pandemi virus corona produk seperti supplemen kesehatan dan vitamin sangat dibutuhkan.

"Selain itu, produk OTC juga dibutuhkan di saat bulan Ramadan, seperti sekarang. Oleh karena itu, Kalbe Farma menambah stok untuk kebutuhan obat maag dan vitamin," kata Vidjongtius, kepada Katadata.co.id, Senin (4/5).

Sementara, untuk segmen obat dengan resep dokter atau ethical, Kalbe Farma menggandeng startup kesehatan KlikDokter. Tujuannya, agar konsultasi dengan dokter tidak lagi mesti tatap muka secara fisik, melainkan bisa secara virtual dengan memanfaatkan teknologi.

Advertisement

Meski begitu, Kalbe Farma belum bisa mengestimasi berapa target pendapatan dari kanal penjualan melalui KlikDokter ini. Alasannya, kerja sama dengan KlikDokter baru saja diluncurkan.

Terkait kerja sama ini, Kalbe Farma akan memonitor perkembangannya terlebih dahulu, serta mengembangkan edukasi daring untuk tenaga medis. Menurutnya, terlalu dini memperkirakan berapa jumlah penjualan obat ethical melalui kanal ini.

(Baca: Atasi Pandemi Corona, Kalbe Farma Siapkan Bantuan Senilai Rp 25 Miliar)

Strategi lainnya, Kalbe Farma akan aktif terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19, dengan mengembangkan obat Hidroksiklorokuin. Produksi secara massal akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.

"Kemudian, Kalbe Farma juga mengembangkan riset di bidang obat herbal dan alat kesehatan untuk membantu pasien Covid-19, serta memproduksi vitamin yang dibutuhkan seperti Vit C dan Vit D3," ujarnya.

Terkait target perusahaan, Vidjongtius belum dapat memberikan bocoran mengenai perkiraan dampak Covid-19 terhadap kinerja Kalbe Farma hingga akhir tahun. Sejauh ini, manajemen belum merubah target pertumbuhan penjualan, yakni 6-8%  hingga akhir tahun.

Sekadar informasi, sepanjang kuartal I 2020 Kalbe Farma berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 5,79 triliun, naik 8,01% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan domestik tercatat masih dominan, yakni sebesar Rp 5,51 triliun, sementara ekspor tercatat sebesar Rp 284,83 miliar.

Dari segi segmen, pendapatan terbesar Kalbe Farma disumbang lini distribusi dan logistik, dengan torehan Rp 1,58 triliun. Disusul oleh produk nutrisi dan obat ethical, masing-masing sebesar Rp 1,51 triliun dan Rp 1,32 trilun. Sementara, penjualan produk kesehatan atau consumer health tercatat sebesar Rp 931,5 miliar.

Kinerja penjualan yang positif ini akhirnya mampu mendongkrak laba bersih Kalbe Farma kuartal I 2020, menjadi Rp 669,27 miliar, naik 12,47% dibandingkan torehan laba kuartal I 2019 yang sebesar Rp 595,07 miliar.

(Baca: Krisis Bahan Baku Impor Hantui Industri Farmasi )

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait