Ada Kasus Positif Corona, Pemerintah Tunda Insentif untuk Turis Asing

Penundaan insentif untuk mendorong kunjungan turis asing diputuskan setelah ditemukan dua WNI yang positif terinfeksi virus corona.
Dimas Jarot Bayu
3 Maret 2020, 13:24
insentif pariwisata, virus corona, virus korona, wni positif virus corona, insentif turis asing, insentif wisatawan mancanegara
ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Ilustrasi. Pemerintah memutuskan mengkaji ulang pemberian insentif guna mendorong kunjungan wisatawan mancanegara usai menemukan dua WNI positif virus corona.

Pemerintah memutuskan menunda pemberian insentif guna mendorong kunjungan turis asing. Penundaan insentif itu dilakukan usai ditemukan dua warga negara Indonesia positif terinfeksi virus corona

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, pemerintah akan mengkaji kembali kebijakan tersebut. “Ditunda, di-review dulu,” kata Wishnutama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3).

Penundaan insentif tersebut dilakukan hingga kondisi Indonesia cukup kondusif. Pemerintan tidak ingin kasus infeksi virus corona meningkat di Tanah Air. "Sampai lebih jelas lagi kondisinya,” kata Wishnutama.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan insentif untuk mendorong pariwisata di dalam negeri tetap berjalan. Insentif itu berupa diskon tiket pesawat yang diberikan maskapai penerbangan hingga 50% untuk 25% kursi per pesawat menuju sepuluh destinasi wisata. 

Advertisement

Kesepuluh destinasi itu, yakni Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan. 

(Baca: Cegah Kepanikan, Pengusaha Minta Pemerintah Jujur Soal Virus Corona)

Sebagai penggantinya, maskapai penerbangan mendapatkan insentif dari pemerintah, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, Airnav, dan PT Pertamina. Pemerintah memberikan insentif sebesar 30% dalam bentuk dana sebesar Rp 500 miliar yang berasal dari APBN.

Kemudian, Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, dan Airnav memberikan insentif sebesar 5% dalam bentuk pengurangan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara atau PJP2U sebesar Rp 256 miliar. Sedangkan, Pertamina memberikan insentif berupa potongan harga avtur sebesar 15% atau sebesar Rp 265,6 miliar.

Insentif juga diberikan pemerintah dengan tak memungut pajak hotel dan restoran di 10 destinasi pariwisata selama enam bulan. Sebagai gantinya, pemerintah akan memberikan kompensasi kepada pemerintah daerah berupa hibah.

“Tetap. Kan untuk turis dalam negeri,” kata Budi.

Sebelumnya, pemerintah akan menggelontorkan insentif sebesar Rp 298,5 miliar untuk mendorong wisatawan mancanegara ke destinasi dalam negeri.  "Ini dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

(Baca: Virus Corona Merebak, Bagaimana Tingkat Kesembuhannya?)

Perincian dari insentif tersebut dapat dilihat dalam databoks di bawah ini. 

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait