Investor Asing Masih Jual Saham, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.100

Agustiyanti
22 November 2019, 16:31
Pegawai melintas di depan layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/10/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah satu persen atau turun 60,67 poin ke level 6.000,58 dari perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (4
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Ilustrasi. IHSG sepanjang hari ini bergerak pada rentang 6.086 hingga 6.122.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup melemah 0,28% ke level 6.100,28.

Dibuka di level 6.115, indeks bergerak sepanjang hari ini pada rentang 6.086 hingga 6.122. Volume perdagangan tercatat sebanyak 8,43 juta saham dengan nilai mencapai Rp 5,76 triliun.

Adapun investor asing tercatat melakukan jual bersih pada pasar reguler sebesar Rp 159 miliar. Sedangkan pada seluruh pasar, asing tercatat jual bersih Rp 16,39 miliar.

(Baca: BI Catat Aliran Modal Asing Keluar Rp 2 Triliun dalam Sepekan Terakhir)

Asing tercatat banyak melepas saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Di sisi lain, aksi borong saham masih dilakukan asing pada saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Indospring Tbk (INDS).

Total sebanyak 245 saham turun, 152 saham naik, dan 148 saham tak bergerak.

Berdasarkan sektornya, indeks industri dasar memimpin penurunan sebesar 1,06%. Disusul sektor properti sebesar 0,65%, serta sektor manufaktur dan keuangan masing-masing 0,39%.

(Baca: Defisit Transaksi Berjalan Turun, Neraca Pembayaran Minus US$ 46 Juta)

Penurunan indeks juga terjadi pada sektor konsumer dan pertambangan.Di sisi lain, sejumlah sektor tercatat menguat meski tipis, antara lain sektor agribisnis sebesar 0,22% dan sektor infrastruktur 0,19%.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing keluar sepanjang pekan ini sebesar Rp 2 triliun. Meski demikian, total modal asing yang masuk masih mencapai Rp 221 triliun. 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait