Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Harga Minyak Dunia

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut lonjakan harga minyak dunia meningkatkan ketidakpastian pada perekonomian global.
Image title
17 September 2019, 15:13
sri mulyani, menteri keuangan
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai kenaikan harga minyak dunia meningkatkan ketidakpastian pada perekonomian global.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah mewaspadai dampak kenaikan harga minyak dunia sebagai imbas serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi yang mempengaruhi produksinya. Harga minyak berjangka Brent tadi malam melonjak hingga 14,6% menjadi US$ 69,2 per barel, kenaikan terbesar sejak Desember 2008.

"Yang harus kami perhatikan mungkin lebih kepada dampak jangka menengah-panjang yaitu dinamika stabilitas keamanan dan politik di Timur Tengah," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (17/9).

Ia menjelaskan kenaikan harga minyak dunia meningkatkan ketidakpastian pada perekonomian global. Apalagi, menurut dia, Arab Saudi merupakan negara eksportir minyak terbesar dunia dengan cadangan minyak yang melimpah sehingga dampak serangan yang memotong produksi itu juga diprediksi mempengaruhi pasokan dunia.

(Baca: Sri Mulyani Optimistis Kenaikan Cukai Rokok Tak Ganggu Target Inflasi)

"Yang pasti akan mempengaruhi tidak hanya sentimen, tapi betul-betul konstelasi politik dan keamanan misalnya. Jadi itu yang akan menjadi fokus kami," terang dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam RAPBN 2020 dipatok sebesar US$ 63 per barel atau lebih rendah dari harga minyak Brent saat ini. "Kalau koreksi sifatnya jangka pendek, mungkin masih akan bisa diserap," kata Sri Mulyani.

(Baca: Masih Terdampak Serangan Kilang Saudi, Harga Minyak Naik Hampir 15%)

Sebelumnya, harga minyak dunia tadi malam ditutup melonjak lebih dari 10%. Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka jenis Brent naik menjadi US$ 69,02 per barel atau melonjak 14,6%. Persentase kenaikan perdagangan satu hari tersebut merupakan yang terbesar sejak 1988.

Sedangkan minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) naik menjadi US$ 62,90 per barel atau melonjak 14,7%, terbesar sejak Desember 2008.

Reporter: Antara
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait