BNI Syariah Prediksi Laba Kuartal II Tergerus Akibat Pandemi Corona

Restrukturisasi kredit yang dilakukan BNI Syariah kepada nasabah terdampak pandemi corona diperkirakan berdampak pada laba perseroan di kuartal II 2020.
Image title
28 Mei 2020, 21:39
BNI syariah, laba bni syariah, bank syariah, anak usaha bumn, pandemi corona
ANTARA FOTO/Rahmad/ama.
Ilustrasi. BNI Syariah tengah bersiap menghadapi era normal baru atau new normal melalui optimalisasi layanan digital.

PT BNI Syariah memprediksi laba bersih perseroan pada kuartal kedua tahun ini akan menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat pandemi virus corona. Pada kuartal pertama tahun ini, perseroan masih berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih mencapai 58,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 214 miliar. 

Adapun pada kuartal kedua tahun lalu, BNI Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp 315,27 miliar. 

Direktur Keuangan & Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto menjelaskan, dampak pandemi corona baru berdampak pada kinerja perusahaan di kuartal kedua ini, terutama terkait risiko pasar dan pembiayaan. Pihaknya pun telah membuat tiga skenario sress test terkait dampak pandemi corona terhadap perusahaan yakni ringan, sedang, dan berat. 

 “Laba tidak akan tercapai target yang pasti. Tapi kita meyakini hingga akhir tahun BNI Syariah masih akan cetak laba,” kata Wahyu dalam sesi konferensi pers virtual, Kamis (28/5).  

(Baca: Naik Kelas BUKU 3, BNI Syariah Incar Bisnis Remitansi & Trade Finance)

Advertisement

Wahyu menjelaskan, kinerja laba terutama akan dipengaruhi oleh langkah restrukturisasi kredit yang dilakukan perusahaan. Keringanan kredit tersebut diberikan dalam bentuk perpanjangan jangka waktu kredit dan keringanan margin bunga. 

 

 

Sementara itu, SEVP SME & Bisnis Komersil BNI Syariah Babas Bastaman menjelaskan, pihaknya akan selektif dalam menyalurkan pembiayaan di tengah pandemi ini. Adapun saat ini, anak usaha Bank BUMN ini tengah memetakan sektor-sektor yang tahan terhadap krisis. 

Dua di antaranya adalah makanan minuman dan kesehatan. "Kami akan tetap selektif , sesuai dengan dampak terhadap kinerja keuangan perusahaan tersebut,” ujarnya.

(Baca: Laba Bersih BNI Syariah Naik 58%, Ditopang Efisiensi Biaya Operasional)

Bersiap Hadapi New Normal 

Di sisi lain, BNI Syariah saat  ini juga tengah bersiap menghadapi era normal baru atau new normal. Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan, pandemi corona akan mengubah kebiasaan masyarakat, termasuk dalam transaksi perbankan. Sebagian besar transaksi akan dilakukan secara digital melalui internet banking dan mobile banking. 

 “Berbagai inovasi digital harus terus kami lakukan agar aktivitas dan produktifitas perbankan tetap bisa berjalan sebagaimana kondisi normal. Untungnya kita sudah melakukan digitalisasi sejak dua tahun lalu, dan beberapa hasilnya sudah terlihat pada kuartal I tahun ini,” kata Firman. 

Hingga kuartal I 2020 pembukaan rekening melalui Hasanah Online BNI syariah mencapai lebih dari 24 ribu. Angka ini mencapai 14 persen dari total pembukaan rekening BNI Syariah. 

"Kami prediksi hingga akhir tahun ini, 50 persen pembukaan rekening dilakukan melalui hasanah online dari rumah masing-masing," katanya.

 

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait