Pemerintah akan Luncurkan Program Bantuan UMKM Rp 2,4 juta Bulan Ini

Pemerintah akan meluncurkan program bantuan UMKM pada bulan ini, kemungkinan saat perayaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
11 Agustus 2020, 12:01
bantuan umkm, bantuan Rp 2,4 juta per umkm, bantuan sosial
Katadata
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Webinar Gotong Royong Jaga UMKM Indonesia yang diselenggarakan Katadata.co.id, Selasa (11/8).

Pemerintah akan meluncurkan program bantuan tunai sebesar Rp 2,4 juta kepada pelaku usaha mikro kecil menengah mikro pada bulan ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih memverifikasi data pelaku UMKM agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

"Untuk bantuan UMKM, dengan data yang ada rencananya akan diluncurkan pada Agustus ini mungkin sesudah atau pada saat 17 Agustus nanti," ujar Sri Mulyani dalam Webinar Gotong Royong Jaga UMKM Indonesia yang diselenggarakan Katadata.co.id, Selasa (11/8).

Sri Mulyani menjelaskan program untuk memberikan bansos produktif memiliki tantangan terkait data. Saat ini, pemerintah telah mengantongi data UMKM dari perbankan dan lembaga keuangan mikro yang selama ini telah menyalurkan pinjaman kepada para pemusaha kecil.

"Untuk UMKM di luar perbankan, itu ada data dua juta UMKM di program UMI, 6 juta di program Mekar, 4 juta pada program pegadaian, dan mungkin 1,5 juta di Koperasi, kami dalam proses verifikasi," katanya. 

Pemerintah rencananya akan menyalurkan bantuan ini kepada 12 juta UMKM. Total anggaran yang telah disediakan mencapai Rp 28 triliun.

Selain bantuan bansos produktif tersebut, pemerintah saat ini telah memberikan bantuan subsidi bunga bagi para pelaku UMKM. Semakin kecil skala pinjaman, maka semakin besar subsidi bunga yang diberikan pemerintah. Pemerintah bahkan membayarkan subsidi pada bunga hingga 25% pada UMKM dengan pinjaman di bawah Rp 10 juta.

Namun, Sri Mulyani mengakui serapan anggaran program bantuan tersebut masih rendah atau baru mencapai Rp 1,5 triliun dari pagu Rp 35,28 triliun. Menurut dia, penyerapan realisasi insentif subsidi bunga masih kecil karena terdapat masalah pada perbankan atau berbagai lembaga keuangan dalam melakukan komunikasi dengan UMKM.

“Masih ada persoalan perbankan atau lembaga keuangan dalam berkomunikasi ke UMKM maupun proses pendaftaran untuk mendapat subsidi. Ini dievaluasi,” ujarnya. 

Meski penyaluran masih rendah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan realisasi subsidi bunga UMKM telah dinikmati oleh lebih dari 2,4 juta debitur.

Di sisi lain, pemerintah juga menempatkan dana Rp 30 triliun di 4 bank Himbara. Dengan penempatan dana tersebut, perbankan diharapakan dapat menyalurkan pinjaman modal kerja kepada UMKM dengan plafon di bawah Rp 10 miliar.

 

Tak hanya itu, ada pula penempatan dana ke BPD sebesar Rp 11,5 triliun. Harapannya, debitur yang membutuhkan dana bisa langsung berinteraksi dengan BPD.

Airlangga menyebut pemerintah juga memberikan penjaminan ke Jamkrindo dan Askrindo senilai Rp 1 triliun. Sementara dukungan dalam bentuk penundaan subsidi speerti KUR diperpanjang periodenya hingga Desember 2020.

Ke depan, pemerintah akan memberi bantuan dukungan digitalisasi untuk produk UMKM. "Kami berharap pelaku UMKM bisa memanfaatkan digitalisasi karena potensinya luar biasa karena sampai 2025 pasar di Indonesia market dari digitalisasi US$ 155 miliar," katanya.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait