Jokowi Perintahkan Mendagri Pakai Dana Tak Terduga Tangani Inflasi

Jokowi meminta dana tak terduga dipergunakan untuk menyubsidi biaya logistik pangan yang menjadi salah satu penyebab kenaikan inflasi.
Image title
Oleh Abdul Azis Said
18 Agustus 2022, 14:29
jokowi, inflasi, dana tak terduga, mendagri
ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden-Kris/aww.
Presiden Joko Widodo meminta para pemimpin daerah untuk berupaya mengendalikan inflasi.

Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mengeluarkan dana tak terduga demi menjaga inflasi di daerah. Dana tersebut dapat dipergunakan untuk menyubsidi biaya logistik pangan yang menjadi salah satu penyebab kenaikan inflasi. 

"Bisa digunakan untuk menyelesaikan inflasi di daerah. Gunakan itu untuk menutup biaya transportasi atau distribusi," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflais 2022, Kamis (18/8).

Perintah itu dikeluarkan Jokowi setelah mengatahui suplai sejumlah komoditas di berbagai daerah yang tidak merata. Ia membandingkan harga beras di Kabupaten Merauke, Papua yang masih murah karena pasokan melimpah. Sementara itu, beberapa daerah kekurangan pasokan.

"Ada daerah lain yang kekurangan beras, kenapa tidak ambil dari Merauke yang harganya masih murah? Problemnya ternyata transportasi mahal," ujarnya.

Advertisement

Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pemimpin daerah untuk meningkatkan koordinasi dengan tim pengendali inflasi pusat dan daerah (TPIP/TPID). Setiap pemimpin daerah diminta untuk teliti melihat data inflasi demi mengetahui faktor pendorong kenaikan harga. Para pemimpin daerah juga diminta mengkoordinasikan kebutuhan bahan pangan di masing-masing daerah.

Ia mengingatkan, tantangan yang dihadapi saat ini makin berat. Dengan kondisi tersebut, kerja biasa dinilai tidak cukup sehingga perlu ditingkatkan untuk mengimbangi tantangan yang juga tidak normal.

"Saya yakin kalau kerja sama gubernur, bupati, walikota, TPIP dan TPID semua kerja, maka rampung untuk mengembalikan lagi inflasi ke bawah 3% karena di kita barangnya juga ada kok," ujarnya.

Dalam sambutannya, ia juga memperingatkan sejumlah daerah yang memiliki inflasi tinggi pada bulan lalu. Beberapa daerah memiliki inflasi jauh di atas rata-rata nasional, salah satunya Jambi yang mencapai 8,55%. Inflasi yang tinggi juga dicapai Sumatera Barat sebesar 8,01% , Bangka Belitung 7,77% , Riau 7,04% , dan Aceh 6,97%.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait