Pemerintah Utamakan Pengusaha Lokal Pasok Material Ibu Kota Baru

Langkah ini untuk mendukung pengembangan ekonomi antarwilayah dari kebijakan pemindahan pusat pemerintahan.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
10 September 2019, 21:15
Bappenas, Ibu Kota Baru, Pengusaha.
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. Pemerintah akan dahulukan pengusaha lokal dalam menyediakan material ibu kota abru.

Pemerintah akan mengutamakan pengusaha lokal dalam memasok material pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Langkah ini untuk mendukung pengembangan ekonomi antarwilayah dari kebijakan pemindahan pusat pemerintahan.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rudy Soeprihadi Prawiradinata mencontohkan, material yang masuk Kalimantan berasal dari Pulau Jawa. Makanya Bappenas meminta pengusaha lokal mempersiapkan bahan-bahan bangunan.

“Tentunya kami mendorong pengusaha-pengusaha lokal untuk mempersiapkan itu," ujar Rudy dalam diskusi dengan pakar tata kota dunia di Jakarta, Selasa (10/9).

(Baca: Tak Hanya Ibu Kota, Pemerintah Siapkan 10 Metropolitan Baru)

Pendanaan yang diperlukan untuk membiayai pindah ibu kota dibebankan pada APBN sekitar Rp 89,4 triliun, dana campuran pemerintah-swasta Rp 253,4 triliun dan swasta di kisaran angka Rp 123,2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun instansi pemerintahan dan fasilitas pendukung lainnya.

Rudy mengatakan ada pula investor luar negeri yang berminat masuk dalam membangun ibu kota baru. Namun pemerintah akan melakukan kajian ulang agar pengusaha dalam negeri didahulukan. "Seperti tadi saya bilang ini kesempatan kita semua," ujarnya.

Bappenas juga meminta masukan pakar tata kota dunia yang tergabung dalam The International Society of City and Regional Planners (ISOCARP) untuk membahas rencana pemindahan ibu kota. Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan dari beberapa negara yang pernah memindahkan ibu kota.

"Topik ini sedang hangat dibahas di Indonesia. Ini adalah satu kesempatan bagi kita semua," ujar Rudy.

(Baca: Luhut soal Isu Banyak Buaya di Ibu Kota Baru: Asal Jangan Buaya Darat)

Dia memaparkan ibu kota baru akan dibangun dengan konsep green, smart, beautiful dan sustainable. Ruang terbuka hijau juga dipersiapkan jauh lebih luas dibandingkan Jakarta yang hanya 30%. “Di ibu kota baru setidaknya 50% atau bahkan lebih besar,” ujarnya.

Terkait dengan permintaan Pemerintah Kota Balikpapan untuk segera dibangunnya akses transportasi, pemerintah sudah merencanakannya. Salah satunya pengembangan kawasan hunian terintegrasi (TOD). “Jangan sampai menjadi kota kumuh,” ujarnya.

 

 

 

 

Video Pilihan

Artikel Terkait