Positif Corona RI 23.851 Orang, Lebih dari 6.000 Pasien Telah Sembuh

Angka kematian akibat corona di RI meningkat 55 menjadi 1.473 orang
Ameidyo Daud Nasution
27 Mei 2020, 16:59
virus corona, covid-19, pasien corona
ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.
Tes swab COVID-19 kepada seorang pedagang di Pasar Ikan Rejomulyo, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2020). Jumlah kasus corona RI hingga Rabu (27/5) capai 23.852 orang.

Jumlah kasus positif virus corona Covid-19 di Indonesia kembali mengalami kenaikan dalam rilis data hari Rabu (27/5). Ada lonjakan 686 konfirmasi infeksi baru sehinggal total 23.851 orang di RI terkena penyakit ini.

Jumlah pasien sembuh yang diumumkan hari ini juga bertambah 150 menjadi 6.057 orang. Sedangkan angka kematian meningkat 55 sehingga 1.473 orang dinyatakan meninggal usai terinfeksi virus ini.

“Total sudah ada 278.411 spesimen yang diuji hingga hari ini,” kata juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (27/5).

(Baca: Pemerintah Ungkap Tantangan Membuat Vaksin Virus Corona)

Advertisement

Yurianto mengatakan hingga hari ini ada 49.942 orang yang masuk kategori dalam pemantauan (ODP). Selain itu sebanyak 12.667 dinyatakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang ketat terkait corona.

“Di sekitar kita masih banyak orang yang terkena virus namun tanpa gejala,” katanya.

Makanya dia kembali mewanti-wanti masyarakat untuk melindungi diri dengan mengenakan masker dan rajin mencuci tangan. Warga juga diimbau tak perlu keluar dari tempat tinggal demi menghindari kontak fisik yang berpotensi menularkan corona.

“Pertimbangkan lagi jika ingin bepergian,” ujar Yurianto.

Yurianto juga mengatakan langkah yang telah dilakukan bersama mulai membawa kondisi pemberantasan corona ke arah yang lebih baik. Namun setiap daerah harus mampu menjaga wilayahnya agar kondisi tetap terjaga.

“Jangan sampai berubah karena ada lagi kasus baru,” ujarnya.

(Baca: Sambut New Normal, Kemenag Bakal Buka Rumah Ibadah Secara Bertahap)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait