Dapat Restu Luhut, Anies Perpanjang PSBB di Jakarta Sampai 11 Oktober

Luhut telah ditunjuk Jokowi untuk menangani kasus corona di beberapa daerah.
Ameidyo Daud Nasution
24 September 2020, 20:40
jakarta, anies, psbb
Facebook.com/Aniesbaswedan
Anies Baswedan bersama jajaran Satpol PP inspeksi protokol kesehatan PSBB Transisi di beberapa kawasan usaha restoran.

Gubernur DKI Anies Baswedan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBBJakarta hingga 11 Oktober 2020. Perpanjangan dua pekan ini dilakukan lantaran masih ada potensi kenaikan kasus Covid-19 dari wilayah penyangga ibu kota.

Keputusan diambil Anies usai rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis (24/9). Dalam pertemuan, Luhut menunjukkan data penularan Covid-19 di Jakarta relatif terkendali, namun masih ada peningkatan kasus di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Oleh sebab itu perpanjangan pembatasan kembali dilakukan. “Menko Kemaritiman dan Investasi juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI selama dua pekan,” kata Anies dilansir dari Antara, Kamis (24/9).

Dari data Kementerian Kesehatan, jumlah kenaikan kasus positif corona sejak awal September berada pada rentang 1.000 hingga 1.300 kasus. Adapun kasus Covid-19 di Jawa Barat terus meningkat dari 215 pada awal bulan menjadi 804 hari ini.  Begitu pula kasus Covid-19 di Provinsi Banten yang bertambah dari 26 pada 1 September menjadi 130 hari ini. 

Adapun Jakarta masih memimpin tambahan kasus terbanyak yakni 1.044 orang, diikuti Jawa Barat dengan tambahan 804 kasus dan Jawa Tengah yang melaporkan 434 kasus. Anies mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam penanganan corona.

Secara total penambahan kasus positif corona di Indonesia hari ini kembali memecahkan rekor tertinggi yakni 4.634 orang. Dengan tambahan ini maka 262.022 orang telah dinyatakan terkena Covid-19.

Luhut pekan lalu juga telah mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk menangani kasus Covid-19 di delapan provinsi. Delapan provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, dan Sumatera Utara.

Namun Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menilai pengetatan PSBB di Jakarta terlambat. Ini lantaran pembatasan dilakukan Anies usai ibu kota menjadi zona merah corona selama empat pekan. 

"Kalau sudah tahu seminggu berzona merah, segera lakukan pengetatan PSBB agar minggu depan menjadi zona oranye," kata Wiku, Rabu (14/9).

Dia juga menambahkan bahwa sebanyak 30% dari pasien di DKI merupakan pasien yang berasal dari wilayah Bodetabek. Hal ini dinilai berpotensi menjadi konflik. "Kenapa tidak dirujuk ke Bodetabek saja? Kenapa masuk DKI?" ujar dia.

 

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait