Banda Aceh Jadi Satu-satunya Zona Merah Covid-19 yang Ada di Indonesia

Mayoritas kabupaten dan kotamadya di Indonesia berstatus zona kuning alias penularan rendah Covid-19
Ameidyo Daud Nasution
16 September 2021, 11:11
covid-19, corona, aceh, zona merah
ANTARA FOTO/Ampelsa/hp.
Personil gabungan Polri, TNI dan Satpol PP memberikan masker gratis kepada pedagang saat melakukan pengawasan pusat keramaian di Pasar Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (6/5/2021). Polda Aceh mengintensifkan pengawasan menjelang Idul Fitri di sejumlah pusat keramaian untuk penegakan disiplin protokol kesehatan dan selain himbauan agar warga mengenakan masker dan menjaga jarak guna mencegah penyebaran COVID-19.

Penularan virus corona di Indonesia terus menurun hingga pertengahan September 2021. Bahkan dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, saat ini hanya ada satu zona merah atau risiko tinggi penyebaran corona yang ada di RI yakni Kota Banda Aceh.

Sedangkan daerah risiko rendah atau zona kuning mendominasi data sebaran kasus corona di Indonesia dengan 423 kabupaten dan kotamadya. Selain itu, 89 daerah dinyatakan sebagai risiko sedang atau zona oranye.

 

Zona oranye banyak tersebar di kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Aceh, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa Tengah, dan Papua. Beberapa di antaranya adalah Kabupaten Cilacap, Banyumas, Brebes, Purbalingga, Kutai Kartanegara, Berau, Aceh Besar, Aceh Timur, Aceh Tengah, Merauke, hingga Boven Digul.

Adapun Kabupaten Arfak adalah satu-satunya wilayah di Indonesia dengan status zona hijau atau tidak ada kasus. Meski demikian, seluruh kabupaten dan kota di RI telah terdampak corona.

Secara umum,  laju pelandaian penularan corona RI merupakan salah satu yang tertinggi di dunia dalam dua pekan belakangan. Berdasarkan laman Ourworldindata, kasus corona Indonesia telah menurun 56% pada rentang waktu 31 Agustus sampai 13 September.

Meski demikian Satgas tetap mewaspadai munculnya geombang ketiga SARS-CoV-2. Bukan tanpa sebab, saat ini sejumlah negara sedang mengalami lonjakan ketiga alias third wave Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, secara historis, kasus corona RI memuncak pada saat peralihan antar gelombang corona dunia. Sedangkan saat ini negara seperti Malaysia hingga Amerika Serikat sedang mengalami gelombang ketiga.

Oleh sebab itu Wiku meminta masyarakat waspada agar RI tidak menyusul. "Disiplin protokol kesehatan agar kita tidak menyusul third wave dalam beberapa bulan ke depan," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (14/9).

Wiku mengatakan pelajaran penting yang dapat dipetik dari lonjakan kasus di Indonesia adalah menjaga protokol kesehatan seiring pelonggaran aktivitas masyarakat. Apalagi dari kasus yang melanda India, Malaysia, dan Jepang, pola lonjakan ini berpotensi muncul.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait