SKK Migas Targetkan Empat Proyek Migas Rampung Akhir Desember

SKK Migas mengatakan keempatnya adalah proyek Panen, Temelat, Bambu Besar, dan Bukit Tua Phase-3
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
6 Desember 2019, 19:52
blok migas, skk migas, proyek migas
Pertamina Hulu Energi
Ilustrasi blok migas lepas pantai. SKK Migas optimis empat proyek hulu migas akan berproduksi akhir Desember 2019 ini.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas optimis empat proyek hulu migas akan berproduksi akhir Desember. Sebelumnya, SKK Migas mengatakan dua proyek yakni Proyek YY dan Buntal-5 gagal onstream tahun ini.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan proyek Panen yang dikerjakan PetroChina International Jabung Ltd. sudah mendekati rampung. Selain itu, proyek Temelat oleh PT. Medco E&P Indonesia juga bisa produksi akhir tahun ini.

Proyek Bambu Besar yang digarap Pertamina EP juga dapat memulai produksi tahun ini. Begitu pula proyek Bukit Tua Phase-3 yang dikerjakan Petronas Carigali Ketapang II Ltd yang diusahakan juga rampung pada tahun ini.

"Sudah hampir selesai semua proyek yang dipastikan onstream tahun ini," kata Julius kepada Katadata.co.id, Jumat (6/12).

(Baca: SKK Migas Target Lapangan Temelat Mulai Produksi Pekan ke-2 Desember)

Julius juga mengatakan proyek yang baru selesai dan berproduksi belum lama ini adalah Bison-Iguana-Gajah Puteri (BIGP) oleh Premier Oil Natuna Sea B.V. Kemudian, Kedung Keris oleh ExxonMobil Cepu Ltd. dengan estimasi produksi 3,800 BOPD.

Dua proyek itu menyusul empat proyek lain yang sudah produksi. Dia mengatakan keempatnya adalah Terang Sirasun Batur Phase 2 yang dikelola Kangean Energy Indonesia dengan estimasi produksi sekitar 170 MMscfd.

Lalu proyek Seng Segat oleh EMP Bentu Ltd dengan estimasi produksi sekitar 60 MMscfd, Ario-Damar-Sriwijaya Phase-2 oleh PT. Tropik Energi Pandan dengan estimasi produksi sekitar 20 MMscfd. Terakhir ada Suban Compression oleh ConocoPhillips (Grissik) Ltd dengan estimasi produksi sekitar 100 MMscfd.

Dia juga mengatakan proyek Buntal-05 yang dikerjakan Medco E&P muncur karena rig pengeboran belum tiba di Indonesia. “Itu yang pasti mundur ke 2020,” kata Julius.

(Baca: Dua Proyek Baru Gagal Produksi, Lifting Migas 2019 Diproyeksi Turun)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait