Penggunaan Cloud akan Meningkat Usai Pandemi

Alibaba memprediksi kebutuhan cloud computing semakin marak usai pandemi Covid-19
Desy Setyowati
27 Desember 2020, 10:00
Country Manager Alibaba Cloud Indonesia. Leon Chen
Katadata
Country Manager Alibaba Cloud Indonesia Leo Chen (Ilustrasi: Joshua Siringo-ringo

Pengembangan layanan basis data yang didukung komputasi awan alias cloud computing di Indonesia masih menjadi pasar yang gurih, tak terkecuali bagi Alibaba Cloud. Tumbuhnya berbagai sektor digital seperti e-commerce, gim, hingga logistik online menjadi salah satu faktornya.

Country Manager Alibaba Cloud Indonesia Leon Chen mengatakan meski terbilang baru dalam mengadopsi komputasi awan, namun besarnya potensi ekonomi digital RI akan menarik banyak perusahaan masuk. Bahkan Alibaba Cloud akan menyiapkan data center ketiga di RI yang rencananya akan beroperasi pada 2021 mendatang.

“Kami melihat potensi ekonomi digital yang besar di Indonesia,” kata Leon dalam wawancara dengan Desy Setyowati dari Katadata.co.id belum lama ini.

Leon juga memprediksi penggunaan teknologi cloud dan hybrid-cloud semakin meningkat usai pandemi Covid-19. Permintaan akan keamanan data juga menjadi faktor yang bisa memicu pertumbuhan komputasi awan.

“Ini karena teknologi tersebut akan mendukung banyak perusahaan bertransformasi digital secara cepat dengan biaya hemat,” katanya.

Leon juga menyampaikan beberapa rencana Alibaba Cloud pada 2021 seperti produk baru hingga pelatihan talenta-talenta baru. Mereka lalu menyampaikan bagaimana strategi bersaing dengan layanan serupa seperti Google Cloud, AWS, hingga Microsoft. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana rencana bisnis dan target Alibaba Cloud di Indonesia pada 2021?

Kami akan ekspansi layanan cloud dengan kehadiran data center ketiga tahun 2021, mengadakan pelatihan bakat digital, membangun ekosistem di Indonesia dengan lebih banyak mitra dan pelanggan. Di Indonesia, Alibaba Cloud akan terus menghadirkan teknologi cloud dan inteligensi data yang lebih andal.

Sebelum akhir tahun, Alibaba Cloud juga telah mengumumkan 5.000 lapangan kerja secara global. Rekrutmen ini pun terbuka lebar bagi para tenaga ahli di Indonesia yang ingin bergabung bersama tim ksmi. Di tahun 2021, kami akan terus memperkenalkan inovasi produk cloud-native dan solusi hybrid-cloud dengan teknologi kami yang lebih canggih.

Harapannya, kami dapat semakin mengakselerasi transformasi digital para pelanggan, tentunya dengan biaya yang efektif. Bersama para mitra, universitas, dan inkubator bisnis, Alibaba Cloud juga akan mengadakan lebih banyak pelatihan cloud dan data intelligence secara online untuk pengembangan bakat digital bagi masyarakat Indonesia dan mendukung pertumbuhan adopsi cloud di Indonesia.

Alibaba Cloud sudah membangun tiga pusat data di Indonesia. Ada rencana untuk menambah pusat data di Indonesia dalam waktu dekat?

Sebagai penyedia layanan cloud global pertama yang membangun data center di Indonesia, hal ini merupakan bukti nyata mengapa pasar ini penting dan sangat strategis bagi Alibaba Cloud. Di tahun 2021 data center ketiga Alibaba Cloud di Indonesia akan mulai beroperasi.

Keberadaan tiga data center ini tentunya akan semakin memperkuat posisi Alibaba Cloud sebagai cloud-computing company global terdepan di Indonesia. Kami akan terus menghadirkan infrastruktur cloud yang tepercaya, aman, berkapabilitas tinggi, serta patuh pada regulasi setempat, termasuk dari peraturan keuangan. Kami juga berkomitmen menjadi partner bisnis yang tepercaya bagi perjalanan transformasi digital Indonesia.

Alibaba Cloud berencana membangun pusat scrubbing data pertama di Indonesia. Kapan realisasinya ?

Kami berencana mengoperasikan data scrubbing center pertama di Indonesia pada tahun 2021.

Apa alasan pembangunan pusat scrubbing data ini ?

Data scrubbing center ini akan membantu mendeteksi, menganalisis, dan menghapus volume traffic yang besar dan berbahaya tingkat Tbps untuk mempertahankan serangan DDoS (Distributed Denial of Service), terutama untuk bisnis yang bergerak di sektor keuangan dan gim yang biasanya menjadi target serangan cyber.

Selain itu, kami memiliki produk keamanan cloud yang tangguh seperti WAF, Anti-DDoS yang juga tersedia bagi pelanggan Indonesia yang membutuhkan keamanan tingkat tinggi untuk pertumbuhan bisnis mereka. Nantinya, data scrubbing center milik Alibaba Cloud ini akan memberikan penawaran keamanan yang lebih komprehensif untuk kebutuhan bisnis para pelanggan.

Secara umum, layanan apa yang paling diminati di Indonesia ?

Transformasi digital telah menjadi fokus utama dari seluruh pelanggan kami. Makanya, kami telah menghadirkan ragam solusi seperti PolarDB, AnalyticsDB, dan Alibaba Cloud Container for Kubernetes untuk memaksimalkan penggunaan cloud para pelanggan kami dengan biaya hemat selama di masa pandemi. Alibaba Cloud membawa nilai lebih bagi para pelanggan yang membutuhkan infrastruktur cloud yang kokoh, terpercaya, aman, dan tangguh di tengah lonjakan permintaan dan pergeseran bisnis ke digital.

Mayoritas konsumen Alibaba Cloud di Indonesia dari sektor mana?

Kami telah mendukung ribuan pelanggan dari berbagai sektor di Indonesia - khususnya di bidang e-commerce, keuangan, gim, media, logistik, dan pendidikan. Kami melihat adanya peningkatan permintaan untuk inovasi dan solusi cloud-native dari para pelanggan kami dalam mendukung proses transformasi digital, terlebih di masa-masa pandemi Covid-19.

Apa saja contohnya ?

Dari sektor ritel, Kopi Kenangan menggunakan teknologi komputasi dan solusi bisnis inteligensi berbasis real-time analytics milik Alibaba Cloud untuk meraih kesuksesan dalam bisnis mereka.  Di bidang fintech, Dana memanfaatkan teknologi cloud-native Alibaba Cloud untuk mengatasi berbagai tantangan bisnis dengan biaya yang efektif. Pemanfaatan teknologi Alibaba Cloud juga mendorong pertumbuhan bisnis Dana dan mempercepat inovasi layanan aplikasi mereka.

Selama pandemi corona, permintaan layanan paling besar dari sektor apa ?

Kami melihat banyak peningkatan permintaan justru dari sektor ritel, entertainment, logistik, dan keuangan.

Mengapa ada peningkatan ?

Hal ini didukung juga dari meningkatnya aktivitas online di kalangan masyarakat. Mereka berbelanja, menonton film, membeli makanan dan bahan-bahannya sampai transaksi pembayaran secara online melalui handphone. Seluruh aktivitas ini membutuhkan infrastruktur cloud yang kokoh dan juga tangguh agar dapat memastikan kelancaran operasionalnya.

 

Apa tantangan penyediaan layanan cloud di Indonesia?

Indonesia masih terbilang baru dalam mengadopsi cloud. Akan tetapi, kami melihat potensi ekonomi digital yang besar di Indonesia. Semakin banyak perusahaan termasuk yang konvensional seperti Adira Finance, JNE, MNC Group, dan jajaran startup yang sedang berkembang seperti Kopi Kenangan, Akulaku, Investree telah mengadopsi cloud. Hal itu juga yang menjadi misi kami agar perusahaan di Indonesia dapat memperoleh lebih banyak manfaat dan kesempatan dengan teknologi cloud dan inteligensi data terbaru milik Alibaba Cloud di era ekonomi digital.

Bagaimana prediksi Alibaba Cloud terkait penggunaan layanan atau solusi cloud pasca-pandemi corona?

Memasuki tahun 2021 maupun terlepas dari pandemi effect, kami yakin tren penggunaan teknologi cloud-native dan solusi hybrid-cloud akan semakin meningkat. Ini karena teknologi tersebut akan terus mendukung lebih banyak perusahaan bertransformasi secara digital dengan gesit dan biaya yang hemat.

Bagaimana strategi tetap anda bertahan di tengah pandemi ?

Untuk tetap berkembang di masa pandemi, perusahaan harus lebih fleksibel dan perform serta terus berinovasi. Perubahan ini mensyaratkan aplikasi bisnis yang mampu menawarkan fitur inovatif dengan zero downtime. Sementara itu, infrastruktur konvensional biasanya terbatas dari segi kapabilitas dan tidak dapat mendukung operasional aplikasi tersebut. Ini membuat teknologi native-cloud dianggap sebagai solusi terbaik untuk membangun sistem yang dapat menopang beban kerja yang lebih besar dan mengembangkan layanan baru dalam waktu singkat.

Bagaimana tren penggunaan hybrid-cloud di Indonesia ?

Tahun 2020, kami melihat tren kebutuhan hybrid cloud di Indonesia semakin masif seiring dengan tuntutan perusahaan dalam melakukan transformasi digital. Dengan pendekatan yang sederhana, fleksibel, dan aman, Alibaba Cloud bersama mitra hybrid cloud kami membantu pelanggan untuk menjadi selangkah lebih maju di era digital ini.

Apakah ada kaitannya dengan keamanan ?

Perihal keamanan juga akan menjadi isu penting di tengah maraknya aktivitas online baik masyarakat maupun di tingkat perusahaan. Kami memprediksi akan semakin banyak permintaan terkait cyber security ini, dan hal itu juga yang melatarbelakangi rencana peluncuran data scrubbing center pertama di Indonesia tahun depan.

Setelah cloud, teknologi apa yang akan diadopsi di Indonesia secara masif ?

Berdasarkan observasi kami, permintaan terhadap teknologi cloud-native dan hybrid-cloud akan terus meningkat, terlebih dalam mendukung transformasi digital para pelanggan kami. Selain itu kami melihat tren working from home terus berlanjut dan aktivitas bisnis pun jadi serba mobile dan daring. Ini mengapa kami menghadirkan DingTalk, sebuah aplikasi kolaborasi level enterprise, ke Indonesia di tahun 2020. Ke depannya, kami juga berharap akan ada momentum peningkatan permintaan terhadap teknologi di bidang edge computing dan cloud-edge integration di Indonesia.

Apa strategi Alibaba Cloud untuk bersaing dengan Google Cloud, AWS hingga Microsoft di Indonesia?

Sebagai penyedia layanan cloud nomor satu di Asia Pasifik dan ketiga terbaik global versi Gartner, kami ingin menjadi menjadi mitra terbaik bagi pelanggan dan memperkenalkan teknologi yang lebih terbukti di Indonesia. Kami telah melayani pasar Indonesia selama lebih dari 4 tahun.

Tiga data center kami akan menawarkan rangkaian produk dan layanan yang menjawab tantangan bisnis secara komprehensif. Kami memiliki tim lokal yang setiap harinya berbicara dengan pelanggan untuk semakin memahami kebutuhan dan berkolaborasi menciptakan solusi sesuai dengan case study setiap pelanggan.

Kami juga membangun ekosistem yang kuat dengan lebih dari 100 mitra lokal dan telah menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia. Kami juga melayani kebutuhan transformasi digital bagi perusahaan di Indonesia dengan rangkaian teknologi dan domain yang canggih. Selain itu kami akan berkomitmen untuk terus memberdayakan talenta digital di Indonesia dan berharap dapat tumbuh bersama mereka dalam melakukan transformasi digital.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan, Indonesia berpeluang menjadi hub data center di Asia. Seberapa besar peluang ini ?

Indonesia masih masuk dalam tahap awal untuk adopsi cloud, tetapi potensi di negara ini terbilang besar untuk ekonomi digital. Itulah mengapa Alibaba Cloud hadir, dengan data center yang dibangun khusus di Indonesia untuk mendukung para pelanggan dengan layanan cloud terbaru dan mengakselerasi perjalanan transformasi digital di Indonesia.

Apa tantangan dan peluang bagi Indonesia untuk menjadi hub pusat data di Asia?

Perlindungan data privacy merupakan prioritas utama Alibaba Cloud baik di Amerika Serikat, Eropa, Asia, termasuk di Indonesia. Kami berkomitmen tetap patuh dengan regulasi industri yang ditetapkan di setiap pasar dan telah memperoleh lebih dari 70 sertifikasi di bidang keamanan. Ekosistem kami juga dapat dipercaya karena sangat memprioritaskan perlindungan privasi pelanggan dan konsumen. Kami juga satu-satunya cloud provider global yang telah memiliki dua data center di Indonesia, bahkan tiga data center awal tahun depan. Kedua data center ini telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 sesuai dengan Peraturan Menteri KOMINFO No. 4 Tahun 2016.

Video Pilihan

Artikel Terkait