2.271 Personil PLN Amankan Pasokan Listrik Rumah Sakit Rujukan Corona

PLN
Ilustrasi, jaringan kelistrikan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyiapkan pasokan listrik yang cukup bagi rumah sakit dan fasilitas lain penanganan virus corona.
23/3/2020, 18.34 WIB

PLN memastikan sistem listrik untuk rumah sakit rujukan pasien virus corona berjalan lancar. Perusahaan itu bahkan menurunkan 2.271 personil untuk menjaga pasokan listrik cukup dan andal untuk fasilitas vital penanganan Covid-19.

Selain itu, PLN secara khusus menyiapkan pasokan listrik untuk Wisma Atlet dan Rumah Sakit Pertamina Jaya. PLN bakal memasok daya listrik sebesar 11.080 kilo Volt Amper (kVA) untuk seluruh tower yang ada di komplek Wisma Atlet dan 1.110 kVA untuk RS Pertamina Jaya.

Untuk memasok kebutuhan listrik tersebut, PLN menyiapkan dua sub sistem. Penggunaan dua sistem tersebut untuk mengantisipasi jika sumber listrik utama mengalami gangguan. Sehingga PLN bisa mengunakan sumber listrik cadangan.

(Baca: Jaga Pasokan Listrik, Beberapa Unit PLN Tetap Kerja di Kantor)

"Ini kami buat siaga dengan dua sumber dari gardu yang berbeda, sumber utama dan sumber cadangan, bebannya pun dipantau berkala setiap tiga jam,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, M.Ikhsan Asaad, dalam keterangan tertulis pada Senin (23/3).

Selain itu, PLN memberikan bantuan supervisi instalasi listrik milik pelanggan rumah sakit agar pasokan selalu tersedia dan andal. PLN juga menyiagakan 41 unit UPS dengan total kapasitas 7.070 kVA dan 15 unit trafo bergerak dengan total kapasitas 1.745 kVA.

Kemudian, tujuh unit kabel bergerak sepanjang 2.600 meter, 23 Unit Gardu Bergerak dengan total kapasitas 17.080 kVA, dan 10 unit genset dengan total kapasitas 1.745 kVA.

Petugas PLN juga telah dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) termasuk masker, sarung tangan, dan hand sanitizer. Petugas juga bekerja secara split work sebagai upaya social distancing. Sehingga ada jarak antar petugas dan orang lain.

(Baca: PLN Jamin Pasokan Listrik selama Masa Penanganan Pandemi Corona)