SKK Migas: Pembahasan IDD Tinggal Menunggu Respons Pihak Chevron

Katadata
Ilustrasi SKK Migas
10/4/2019, 14.59 WIB

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan bila saat ini pihaknya tengah menunggu respon PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) terkait target beroperasinya proyek ultra laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD).

Deputi Operasional SKK Migas Fatar Yani Abdurahman mengatakan, bila pembahasan antara SKK Migas bersama Chevron saat ini sudah tidak lagi mengenai soal angka investasi maupun nego tambahan split bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Namun, pembahasan saat ini lebih fokus mengenai jadwal beroperasinya proyek IDD.

"Soal split sudah tidak ada nego lagi, kuncinya di jadwal. Kalau tertunda setahun akan membuat nilai keekonomian proyek tergerus sehingga perlu ada diskresi," ujar Fatar berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (9/4).

(Baca: SKK Migas: Pembahasan IDD Bisa Lebih Cepat Tuntas daripada Blok Masela)

Lebih lanjut, Fatar mengatakan bila seharusnya tak ada jadwal keterlambatan, karena menurutnya, SKK Migas berkomitmen untuk menjaga dan mengendalikan agar proyek tersebut dapat berjalan tepat waktu.

"Mereka (Chevron) bilang ada risiko penundaan 1 hingga 1,5 tahun, karena eksekusi proyek ini sebelumnya. Kita bilang harusnya kuartal IV 2023 bisa onstream," ujarnya.

Sebelumnya, Manager Corporate Communications Chevron Sonitha Poernomo tak bisa membeberkan proses apa yang membuat proyek IDD hingga sampai saat ini belum juga diputuskan oleh pemerintah.

Halaman: