Inalum: Harga Saham Freeport Tak Jauh dari Taksiran Deutsche Bank

Arief Kamaludin|KATADATA
Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Budi Gunadi Sadikin
Penulis: Ihya Ulum Aldin
21/3/2018, 18.10 WIB

Induk usaha (holding) BUMN sektor tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum masih terus melakukan negosiasi dalam pembelian saham divestasi PT Freeport Indonesia. Harga sahamnya tidak akan jauh berbeda dengan perhitungan yang dibuat beberapa lembaga keuangan.

Dalam proses pembelian saham Freeport Indonesia ini, Inalum akan membeli hak partisipasi (participating interest/PI) Rio Tinto Group. Perusahaan Australia ini memiliki PI sebesar 40 persen di tambang Freeport Indonesia. Freeport sudah sepakat akan mengkonversi PI tersebut menjadi saham di Freeport Indonesia.

Beberapa lembaga keuangan, seperti HSBC, Morgan Stanley, dan Credit Swiss, telah menghitung nilai hak partisipasi Rio Tinto yang akan dibeli oleh Inalum. Budi mengatakan Deutche Bank juga telah merilis nilainya sebesar US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 45,4 triliun (dalam kurs sekarang).

(Baca: Menteri ESDM: Jokowi Minta Divestasi Saham Freeport Rampung April)

Meski begitu, Budi masih enggan menyebutkan berapa tawaran harga yang diajukannya kepada Rio Tinto. "Itu harga kan sudah jelas, saya tida bisa mengungkapkan. Tapi, harga itu, tidak bakal lari-lari. Deutche Bank is a good one of indicator," ujarnya di Hotel JW Marriott, Jakarta pada Rabu (21/3).

Perhitungan harga saham Rio Tinto terdiri dari beberapa komponen yang menjadi pertimbangan. Inalum juga memperhitungkan beberapa komponen yang tidak jauh berbeda, seperti aspek lingkungan dan pabrik pemurnian bahan tambang (smelter).

Budi memastikan jika Inalum ikut membangun pabrik smelter PTFI, maka bisa menjadi variabel yang mempengaruhi harga tawar saham Rio Tinto di PTFI di bawah taksiran harga Deutche Bank. "Prinsipnya yang beli kan mau semurah-murahnya, yang jual ingin setinggi-tingginya," ujar Budi.

(Baca juga: Pemerintah Akan Beli 40% Hak Partisipasi Rio Tinto di Freeport)

Budi mengatakan proses negosiasi dalam pengambilalihan saham terus berjalan. Namun, dia juga tidak mau memberitahukan sudah berapa kali proses tawar menawar harga dilakukan hingga saat ini. Yang pasti, Inalum akan terus mengupayakan agar prosesnya bisa segera selesai. Apalagi pemerintah telah memberikan target kepada Inalum, untuk menyelesaikannya pada bulan depan.