Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berupaya menekan biaya kajian pengembangan Lapangan Gendalo di Blok Selat Makassar. Lapangan ini masuk dalam salah satu proyek ultra laut dalam (Indonesia Deepwater Development/IDD) yang dikelola Chevron Indonesia.

Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan dalam proposal persetujuan proyek (Authority for Expenditure/AFE) untuk kajian awal (pre-FEED) pengembangan Lapangan Gendalo, Chevron mengajukan angka hampir US$ 15 juta. Namun SKK Migas meminta biaya itu hanya US$ 3,6 juta. "Belum ada kesepakatan besarannya," kata dia kepada Katadata, Rabu (9/8).

(Baca: Jonan Ingin Chevron Pakai Fasilitas Jangkrik Agar IDD Cepat Produksi)

Sampai saat ini pembahasan memang masih berlangsung. Namun, targetnya, pembahasan rincian biaya proyek IDD di Lapangan Gendalo bisa selesai dalam bulan ini. Sehingga Chevron dapat segera memulai proses pre-FEED.

Proses pre-FEED itu diperkirakan bisa selesai dalam waktu enam bulan setelah AFE untuk pre-FEED disetujui SKK Migas. Alhasil ditargetkan proses kajian pre-FEED proyek IDD Lapangan Gendalo bisa selesai awal tahun depan. 

Dalam proposal tersebut, Chevron juga menyampaikan studi pemanfaatan bersama unit fasilitas produksi terapung (Floating Production Unit/FPU) di Proyek Jangkrik dengan Eni. Tujuannya agar keekonomian proyek IDD semakin lebih baik. 

Namun rencana pemanfaatan bersama fasilitas produksi ini memang terkendala kapasitas. Sebagai solusinya, SKK Migas sudah menyiapkan beberapa opsi.

Halaman: