Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina, baik yang subsidi maupun non subsidi, tidak mengalami perubahan per 1 April 2026. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menyampaikan Pertamina senantiasa melaksanakan kebijakan Pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying”, ujar Roberth dalam keterangan resmi yang diterima Katadata, Selasa (31/3).
Berikut daftar harga BBM Pertamina per April 2026 di seluruh SPBU:
Untuk wilayah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, harga BBM Non-Subsidi per 1 April 2026 ditetapkan sebagai berikut:
- Pertamax (RON 92) sebesar Rp 12.300 per liter,
- Pertamax Green 95 (RON 95) sebesar Rp 12.900 per liter,
- Pertamax Turbo (RON 98) sebesar Rp 13.100 per liter,
- Dexlite sebesar (CN 51) Rp 14.200 per liter,
- Pertamina Dex sebesar Rp 14.500 per liter,
- Pertalite (Subsidi): Rp 10.000/liter (tetap)
- Biosolar (Subsidi): Rp 6.800/liter (tetap)
Roberth mengharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya, yang berpotensi memicu kepanikan atau panic buying. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga konsumsi yang wajar akan sangat membantu kelancaran distribusi energi di lapangan.
“Pertamina akan terus berupaya secara maksimal dalam menghadapi dinamika yang ada. Tapi tetap mengedepankan keandalan layanan serta kesinambungan distribusi energi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada informasi harga BBM untuk jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta. Baik itu BP-AKR, Shell, dan Vivo.
Keputusan Istana
Istana Kepresidenan menyatakan pemerintah memutuskan belum akan menaikkan harga BBM subsidi maupun non-subsidi pada 1 April besok. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan PT Pertamina.
"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itu, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi," kata Prasetyo Hadi melalui keterangannya kepada wartawan, pada Selasa (31/3).
Prasetyo Hadi mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait beredarnya kabar ketersediaan dan isu kenaikan harga BBM mulai April besok. Politisi Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah menjamin pasokan BBM tetap aman dan tersedia bagi masyarakat.
"Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian," ujarnya.