4 Perusahaan Jepang akan Investasi Mobil Listrik Rp 49,5 Triliun di RI

Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Mobil listrik.
Penulis: Safrezi Fitra
14/7/2021, 19.26 WIB

Selain produsen kendaraan, pengembangan industri mobil listrik di Indonesia terlihat cukup cerah dengan adanya komitmen investasi baterai. Menperin juga mengungkapkan saat ini ada sembilan perusahaan yang mendukung industri baterai.

Selain itu, ada lima perusahaan penyedia bahan baku baterai terdiri dari nikel murni , kobalt murni , ferro nikel, endapan hidroksida campuran, dan lain-lain. Kemudian, ada empat perusahaan yang merupakan produsen baterai.

“Dengan demikian, Indonesia mampu mendukung rantai pasokan baterai untuk kendaraan listrik mulai dari bahan baku, kilang, manufaktur sel baterai dan perakitan baterai, manufaktur EV, hingga daur ulang EV,” ujar Menteri Agus.

Menurutnya, baterai menjadi komponen paling penting dalam kendaraan listrik (electric vehicle/ EV), yang mewakili 35% dari biaya pembuatannya. Sektor manufaktur Indonesia memiliki keunggulan untuk memproduksi baterai yang terbuat dari Baterai Lithium Ion berbasis nikel.

“Indonesia memiliki sumber daya berupa cadangan nikel terbesar secara global,” sebut Menperin.

Halaman: