53 Produk Pertanian RI Bebas Tarif ke Pasar AS, Dari Kopi hingga Rempah

ANTARA FOTO/Yudi Manar/wsj.
Pekerja menyangrai biji kopi di Rumah Kopi Mancafe, Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/1/2026). Rumah Kopi Mancafe mampu mengekspor biji kopi yang dibelinya langsung dari petani di seluruh Indonesia sebanyak 38 ton setiap bulannya ke berbagai negara seperti Amerika, Korea, Kanada, Italia, Prancis dan Tiongkok.
Penulis: Kamila Meilina
23/2/2026, 10.36 WIB

Kementerian Pertanian mengatakan sebanyak 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia kini memperoleh fasilitas pembebasan tarif atau bea masuk nol persen ke pasar Amerika Serikat (AS), yang mencakup total 173 pos tarif (HS Code) untuk sektor pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembebasan tarif ini dapat meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional, khususnya dari sisi harga.

Menurutnya, pemerintah akan fokus pada peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar ekspor, serta menjaga kesinambungan pasokan untuk memenuhi permintaan pasar.

“Tinggal kita pastikan produksinya cukup dan mutunya terjaga, supaya petani bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Amran dalam keterangan resmi, dikutip Senin (23/2).

Komoditas pertanian yang memperoleh pembebasan tarif mencakup berbagai produk unggulan Indonesia. Di antaranya buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya. Selain itu, kopi, teh hijau, dan teh hitam juga termasuk dalam daftar produk dengan tarif nol persen.

Berbagai komoditas rempah seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit turut memperoleh fasilitas yang sama. Produk kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, serta produk turunan kelapa sawit juga masuk dalam daftar tersebut.

Beberapa Produk Olahan Juga Dikenai Tarif Nol Persen 

Selain komoditas primer, sejumlah produk olahan pertanian seperti olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, serta pupuk mineral berbasis kalium juga memperoleh pembebasan tarif.

Selain pembebasan tarif, kedua negara juga menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dalam Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, guna mendukung implementasi kesepakatan tersebut.

Amran mengharapkan tarif nol persen ini membuka akses ke pasar AS yang dinilai sangat besar sehingga bisa meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia di kancah global secara signifikan. “Ini peluang bagus untuk meningkatkan ekspor dan membuka pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” kata dia. 



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina