Timur Tengah Memanas, Arab Saudi Bergabung dengan AS Serang Pasukan Iran

Katadata/Hari Widowati/Chatgpt
Ilustrasi perang antara pasukan Iran dan pasukan Amerika Serikat (AS).
Penulis: Hari Widowati
29/7/2026, 16.27 WIB

Hari-hari yang relatif tenang di Timur Tengah berakhir ketika militer Amerika Serikat (AS) mencegat "serangan mendadak" terhadap pasukannya oleh Iran, pada Selasa (27/7). Pusat Komando AS (CENTCOM) menyatakan serangan itu terjadi sekitar sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS menghentikan serangan terhadap Iran.

Beberapa jam kemudian, Pusat Komando AS mengatakan pasukan Amerika dan Arab Saudi melakukan serangan gabungan "terhadap teroris yang bersekutu dengan Iran" di Irak. Keterlibatan Arab Saudi patut diperhatikan karena kerajaan tersebut sebelumnya menolak untuk sepenuhnya terlibat dalam konflik Timur Tengah baru-baru ini.

Menurut laporan CNN, Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) -milisi Irak yang bersekutu dengan Iran- mengatakan beberapa pangkalan mereka di seluruh Irak menjadi sasaran serangan AS dan Saudi. Mereka juga menyatakan sejumlah orang tewas dan terluka dalam serangan tersebut. 

PMF adalah organisasi payung di dalam pasukan keamanan resmi Irak, yang semakin banyak dimanfaatkan Iran untuk menggunakan pengaruhnya di negara tetangga tersebut. Sebagian besar anggotanya terdiri dari kelompok paramiliter Syiah.

PMF didirikan pada tahun 2014 ketika ISIS maju di seluruh Irak. Dengan menyerukan warga Irak untuk menjadi sukarelawan bersama pasukan negara, pemerintah membawa sukarelawan baru dan milisi yang sudah ada di bawah naungan PMF. Kelompok ini memainkan peran utama dalam mengalahkan ISIS dan merebut kembali wilayah Irak, sebelum secara resmi dimasukkan ke dalam aparat keamanan negara pada tahun 2016.

Beberapa milisi kuat di dalam PMF memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). PMF juga merupakan bagian dari "Poros Perlawanan" Teheran di kawasan tersebut bersama dengan kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza, dan Houthi di Yaman. Kelompok-kelompok PMF yang didukung Teheran ini sering melancarkan serangan terhadap AS dan sekutunya di Timur Tengah.

Yordania Tembak Jatuh Rudal Iran

Militer Yordania mengatakan pertahanan udaranya mencegat dan menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari Iran pada Rabu (28/7) pagi.

“Angkatan Bersenjata Yordania terus menjalankan tugasnya untuk melindungi wilayah udara Kerajaan dan menjaga keamanan serta kedaulatannya, dan tidak akan ragu untuk menghadapi ancaman apa pun terhadap keamanan negara atau keselamatan warganya,” kata seorang juru bicara militer dalam sebuah pernyataan tertulis, seperti dikutip CNN.

Pernyataan tersebut muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah meluncurkan rudal balistik ke target militer AS di Yordania. Pernyataan itu dilaporkan oleh media pemerintah Iran, Press TV.

Secara terpisah, Pusat Komando AS mengatakan IRGC melancarkan “upaya serangan mendadak” terhadap pasukan AS di Timur Tengah, meskipun tidak menyebutkan lokasinya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.