Meski demikian, ada kekhawatiran bahwa berbagai peristiwa di Hong Kong dapat menghambat kemajuan negosiasi dagang. Penasihat keamanan nasional AS Robert O'Brien mengatakan, Washington tidak akan menutup mata terhadap apa yang terjadi di Hong Kong pada Sabtu (23/11) lalu.

Kalangan pejabat AS, Tiongkok, anggota parlemen juga tak yakin kesepakatan dagang fase kedua bakal dilakukan. Sebab, untuk menyelesaikan negosiasi perdagangan fase pertama saja alot.  

(Baca: Ditopang Harapan Negosiasi Dagang, Harga Minyak Menanjak di Awal Pekan)

Hal lain yang memengaruhi harga minyak yakni Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menjadwalkan pertemuan pada 5 Desember di kantor pusatnya di Wina. Pertemuan ini dihadiri produsen minyak lainnya dalam kelompok OPEC +, yang dipimpin Rusia.

Pasar memperkirakan, kelompok itu akan memperpanjang pengurangan pasokan hingga pertengahan 2020. Sumber dari OPEC mengatakan, sekelompok pejabat yang disebut Komite Teknis Bersama akan bertemu pada 4 Desember, sehari lebih lambat dari yang dijadwalkan.

(Baca: Harga Minyak Akhirnya Turun dari Level Tertinggi dalam 2 Bulan)

Halaman:
Reporter: Verda Nano Setiawan