Program B100, Pengusaha Minta Dukungan Peningkatan Produktivitas Sawit

Arief Kamaludin|KATADATA
Petani memanen buah kelapa sawit di salah satu perkebunan kelapa sawit di Desa Delima Jaya di Kecamatan Kerinci, Kabupaten Siak, Riau.
Penulis: Michael Reily
Editor: Ekarina
19/2/2019, 20.47 WIB

Pengusaha kelapa sawit meminta pemerintah membantu meningkatkan produktivitas sawit, melalui program peremajaan sawit untuk memenuhi kebutuhan produksi biodiesel dengan pencampuran 100% bahan bakar nabati (B100). Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung realisasi penerapan B100 sebagaimana komitmen pengurangan penggunaan energi fosil yang diungkapkan calon presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dalam ajang debat capres 2019.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono menyatakan produksi minyak kelapa sawit (CPO) masih bisa ditingkatkan melalui peningkatan produktivitas tanaman. "Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan peremajaan tanaman khusus sawit rakyat dengan penggunaan klon-klon unggul," kata Mukti kepada Katadata.co.id, Selasa (19/2).

(Baca: Terkendala Cuaca, Penyaluran Program B20 Januari Capai 89%)

Gapki mencatat, produksi sawit tahun 2018 bisa mencapai 47,43 juta ton, naik sekitar 12% daripada produksi 2017. Sedangkan, ekspor minyak kelapa sawit dan turunannya sebesar 34,71 juta ton tahun 2018, tumbuh 8% dibanding capaian tahun 2017 yang hanya sebesar 32,18 juta ton.

Mukti pun menyambut positif penerapan B100 secara bertahap. Alasannya, minyak kelapa sawit sebagai bahan baku biodiesel bisa menekan impor migas yang menjadi penyebab defisit perdagangan Indonesia.

(Baca: Terserap Program B20, Volume Ekspor Sawit Tahun Ini Diprediksi Turun)

Selain itu, penerapan biodiesel mampu meningkatkan permintaan CPO dalam negeri yang berujung pada membaiknya harga komoditas. "Oleh karena itu program peremajaan sawit rakyat harus mendapatkan perhatian dari pemerintah," ujar Mukti.

Per 10 Oktober 2018, pemerintah telah menyalurkan dana Rp 332 miliar untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk peningkatkan produktivitas minyak sawit menjadi minimal 5 ton per hektare dari 2 ton per hektare.

Reporter: Michael Reily