Masjid hingga Mal Jakarta Buka Saat PSBB Transisi, Ini Protokolnya

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
Calon penumpang di Halte Transjakarta Harmoni, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Jakarta masuk masa transisi normal baru.
Penulis: Pingit Aria
5/6/2020, 05.30 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Jakarta siap memulai fase transisi dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju normal baru pada Jumat (5/6). Dalam masa transisi ini, rumah ibadah, tempat rekreasi hingga tempat usaha akan dibuka secara bertahap. Begitu juga protokol transportasi akan dilonggarkan.

Anies mengatakan dalam fase ini, pelonggaran akan dimulai pada kegiatan yang memiliki dampak besar bagi masyarakat dan risiko penularan Covid-19 rendah. Sedangkan semua aturan sanksi pelanggaran PSBB tetap berlaku.Top of Form

“Transisi dari ketika pembatasan masif menuju kondisi aman, sehat, dan produktif,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Kamis (4/6).

(Baca: Usai Bertemu Jokowi dan Anies, JK: Masjid Jakarta Bisa Dibuka Jumat)

Keputusan ini diambil lantaran beberapa indikator menunjukkan penularan corona di DKI mulai menurun. Anies menjelaskan tingkat reproduksi virus di Ibu Kota sejak 1 Juni hanya 0,99. Begitu pula indikator lain seperti tren kematian, jumlah tes, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), hingga ketersediaan alat Kesehatan terus membaik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mengizinkan rumah ibadah, tempat rekreasi, pertokoan dan mal atau pusat perbelanjaan kembali beroperasi secara bertahap dengan syarat tertentu pada fase transisi normal baru.

"Kapasitas tamu hanya boleh 50%. Semua pengaturan di dalam harus mengandalkan jarak 1 meter," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menggelar konferensi pers di Balaikota Jakarta, Kamis (4/6)

Anies mengingatkan, meskipun beberapa kegiatan perekonomian mulai dibuka kembali secara bertahap di fase transisi, namun masyarakat wajib menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Sebab, risiko penularan virus corona masih mengancam.

Apabila nantinya di tengah fase transisi terjadi lonjakan jumlah kasus, maka penutupan seluruh aktivitas sosial dan ekonomi akan kembali dilakukan.

(Baca: Tempat Ibadah di Jakarta Kembali Dibuka, Namun Tetap Dibatasi)

"Jika semua dilakukan tanpa kendali maka konsekuensinya akan ada lonjakan kasus.  Bilaitu terjadi, Pemprov DKI Jakarta akan menggunakan kewenangannya untuk menghentikan kegiatan ekonomi dengan kebijakan rem darurat atau emergency break policy," kata Anies.

Berikut adalah rincian jadwal dan protokol operasional transportasi, pembukaan rumah ibadah, tempat rekreasi hingga berbagai kegiatan usaha selama masa transisi menuju normal baru di DKI Jakarta:

Tempat ibadah

  • Dibuka mulai 5 Juni 2020
  • Hanya boleh diisi 50% dari kapasitas
  • Jarak aman 1 meter antar-jamaah
  • Masjid tak gunakan karpet
  • Jamaah bawa sajadah sendiri

Kantor

  • Masuk mulai 8 Juni 2020
  • Masuk kantor dibagi dalam dua shift
  • Jumlah karyawan 50% dalam tiap shift

Tempat usaha

  • Rumah makan dibuka mulai 8 juni 2020 dengan pengunjung 50% dari kapasitas
  • Industri, pergudangan, toko retail, bengkel, fotokopi dll buka mulai 8 juni 2020 dengan sistem ganjil genap. Artinya, hanya lokasi usaha bernomor ganjil yang boleh dibuka pada tanggal ganjil, begitu juga sebaliknya.
  • Mal buka 15 juni 2020 dengan pengunjung 50% dari kapasitas

(Baca: PSBB Masa Transisi, Warga Jakarta Tak Pakai Masker Didenda Rp 250 ribu)

Sosial budaya

  • Fasilitas olahraga indoor dan outdoor buka 5 juni dengan pengunjung 50% dari kapasitas
  • Museum, galeri dan perpustakaan buka 8 juni 2020 dengan Batasan pengunjung
  • Taman bermain, pantai buka 13 Juni 2020 dengan Batasan pengunjung

Trnsportasi

  • Mobil dan motor boleh ditumpangi 100% dari kapasitas jika penumpang satu keluarga
  • Transportasi massal beroperasi 50% dari kapasitas
  • Taksi konvensional dan online 50% dari kapasitas
  • Ojek online dan konvensional boleh angkut penumpang mulai 8 Juni

Hingga saat ini di seluruh Jakarta masih terdapat 66 RW dengan zona merah penyebaran virus. Sedangkan jumlah kasus positif di Jakarta hingga Rabu (3/6) telah mencapai 7.539 orang dengan jumlah kesembuhan mencapai 2.530 orang dan 529 diantaranya meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 1.699 orang masih dirawat dan 2.781 orang menjalani isolasi mandiri. Detail mengenai perkembangan kasus Covid-19 di DKI Jakarta bisa dilihat dalam databoks di bawah ini. 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto