Gandeng TNI, Badan Karantina Pertanian Awasi Zona Rawan Penyelundupan

Arief Kamaludin | Katadata
Penulis: Ekarina
14/12/2018, 09.47 WIB

Badan Karantina Pertanian (Barantan) bekerja sama dengan aparat TNI dan Polri  mengawasi zona rawan penyelundupan komoditas pertanian. Beberapa daerah yang akan diperketat pengawasannya  di antaranya seperti  di wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan area perbatasan lainnya.

Kepala Barantan Banun Harpini, mengatakan zona tersebut menjadi fokus Badan Karantina Pertanian (Barantan) selain di pos lintas batas negara, khususnya menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

"Ini tugas yang kita emban dengan bekerja sama dengan aparat keamanan baik Polri, TNI AD dan TNI AL," kata Banun Harpini melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (14/12).

Menurut Banun, upaya penyelundupan komoditas pertanian yang tidak terjamin kesehatan dan keamanannya, berpotensi menyebabkan masuknya hama penyakit hewan dan tumbuhan, sehingga bisa berbahaya bagi kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi.

(Baca: Sejak 2015, Badan Karantina Amankan 17.402 Ton Produk Pertanian Ilegal)

Selain ancaman kesehatan,  komoditas pertanian ilegal ini juga dapat menyebabkan kelebihan pasokan di pasaran sehingga hasil produk pertanian tidak terserap, dan petani berpotensi mengalami kerugian.

Sejalan dengan kebijakan kedaulatan pangan dengan peningkatan kesejahteraan petani, Barantan melakukan peningkatan pengawasan lalu lintas produk pertanian di tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran. Saat ini Barantan memiliki 52 unit pelaksana teknis di 334 titik pelabuhan laut, kantor pos, bandar udara dan pelabuhan penyeberangan yang menjadi fokus tindakan karantina pertanian.

Halaman:
Reporter: Antara